Transportasi
Lucia Lefrandt ME : Masyarakat Tidak Tahu tentang BRT
BRT sudah layak digunakan di Kota Manado.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - BRT sudah layak digunakan di Kota Manado. Bus ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, artinya sudah melalui studi kelayakan. Kenapa pengoperasian BRT gagal? Ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian pemerintah Kota Manado atau Damri yang menjadi pengelola.
Harus diperhatikan level of service-nya. Setiap penumpang yang akan menaiki bus ini, pasti berpikir bahwa mereka harus naik bus yang layak. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah bus ini harus terjadwal, nyaman, aman.
Tak kalah penting sosialisasi kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu keberadaan BRT. Saya saja baru tahu ketika mengikuti rapat bersama dengan pemerintah kota, dinas perhubungan dan Damri. Saat itu baru mereka sampaikan BRT sudah beropasi. Kurangnya sosialisasi membuat BRT tidak laku.
Saya sudah survey dengan mahasiswa mengenai BRT. BRT sebenarnya angkutan lintas trayek yang sangat hemat. Tapi karena kurangnya informasi maka kami tidak tahu, BRT tiba di halte jam berapa, berangkatnya jam berapa.
Dari segi fisik, BRT ini masih tergolong bagus. Ada beberapa saran untuk pengelola BRT. Pertama, gunakan buy the service. Kita bisa mencontohi bus way. Orang yang akan naik bus membeli tiket. Keamanan dan kenyamanan di dalam bus menjadi service utama pengelola. Kedua, atur jadwal. Manado bukan Jakarta yang titik macetnya sudah pada tingkat parah. Kalau di Manado, masih tergolong tersendat. Jadi tidak terlalu jadi kendala. Kalau sudah ada jadwal setiap bus, maka masyarakat tahu jam berapa mereka harus menunggu di halte atau shelter.
Ketiga, sosialisasi. Pemerintah atau pengelola BRT bisa melakukan sosialisasi lewat media atau lewat leaflet. Sama seperti orang yang jualan barang, bagaimana orang mau beli kalau tidak ada sosialisasi? Selain itu, pemerintah juga harus perhatikan infrastruktur penunjang. Perbaiki shelter BRT yang rusak.