Tapal Batas
Pemkot Kotamobagu Akan Pasang Lima Patok Perbatasan
Pemerintah Kotamobagu dan Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berencana memancang lima patok di perbatasan dua daerah tersebut
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pemerintah Kotamobagu dan Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berencana memancang lima patok di perbatasan dua daerah tersebut. Pemkot Kotamobagu menargetkan lima pilar tersebut sudah terpasang pada tahun ini.
"Lima pilar ini anggarannya dibiayai melalui DAU (Dana Alokasi Umum) pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012," ujar Asisten Satu Bidang Pemerintahan Pemkot Kotamobagu Dolly Zulhaji, Kamis (18/10/2012).
Dikatakan, sudah 17 pilar dari 35 pilar tapal batas yang telah di patok di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Kabupaten Boltim. Pemkot Kotamobagu menargetkan pemasangan patok tersebut selesai semuanya pada tahun 2013.
Kata dia, 17 pilar yang telah dipatok oleh konsorsium dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selang setahun terakhir ini. "Pemasangan pilar sebagian pada wilayah utara dan timur. Saat penancapan pilar ini disaksikan dan disepakati antara dua desa perbatasan," kata dia menambahkan.
Dikatakannya, seluruh pemasangan titik pilar berdasarkan hasil kesepakatan prapembahasan RTRW dengan daerah yang berbatasan. "Jika semua pilar telah terpasang, maka akan lebih memudahkan pelacakan batas wilayah Kotamobagu melalui satelit oleh pemerintah pusat," ujar Dolly.
Dia mengatakan dari pelacakan tersebut akan dihasilkan luas wilayah sebenarnya dimiliki Kotamobagu. Namun dia berharapa pelacakan ini tidak menjadi polemik lagi dengan daerah yang berbatasan mengenai luasan wilayah.
"Kalaupun terjadi perbedaan antara luas wilayah hasil pemasangan pilar dengan luas yang tertera pada UU pemekaran, maka itu dimungkinkan untuk dirubah melalui Peraturan Pemerintah," kata dia.
Kepala Bagian Tata Praja Pemkot Kotamobagu Bambang Ginoga menambahkan, pihaknya berkomunikasi intensif dengan pihak Pemkab Boltim untuk pemasangan lima patok tersebut. "Kami harap semua pihak bisa hadir dalam pemancangan batas tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata dia menandaskan.