Transportasi
Damri Merugi, BRT Kurang Peminat
Keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Kawanua ternyata jauh dari harapan.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejak dipercayakan operasionalnya diserahkan ke Perum Damri stasiun Manado, keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Kawanua ternyata jauh dari harapan.
Perum Damri bahkan mengaku merugi karena minat warga memanfaatkan sarana transportasi ini sangat minim.
"Pendapatan dari pengoperasian BRT tidak sebanding dengan biaya operasional," ungkap Sukmono Adi, Kepala Seksi Operasi Perum Damri, kepada Tribun Manado, Kamis (18/10).
Menurutnya Adi, untuk satu bus BRT Trans Kawanua rata-rata pendapatan sehari hanya sebesar 75 ribu rupiah. "Padahal target harusnya 250 ribu per bus per hari," ujarnya.
Selengkanya baca Tribun Manado Edisi Jumat (19/10)