Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Adipura

Manado Dinilai Pengamat Belum Layak Adipura Kencana

Kota Manado dinilai belum layak merebut kembali penghargaan tertinggi.

Tayang:
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Fransiska Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meskipun sudah beberapa kali menjadi kota peraih penghargaan Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup RI, ternyata Kota Manado dinilai belum layak merebut kembali penghargaan tertinggi yaitu Adipura Kencana yang pernah lepas.

"Dari berbagai parameter yang terlihat, Manado itu sebenarnya belum layak dapatkan Adipura Kencana," ungkap Veronika Kumurur, Pengamat Tata Kota, kepada Tribun Manado, Selasa (16/10).

Hal ini beralasan, karena menurut Vero untuk kembali meraih Adipura Kencana, tidak cukup hanya berpatokan pada upaya meningkatkan kebersihan kota semata.

"Banyak parameter penilaian untuk bisa dapat Adipura Kencana, yaitu keindahan, estetika, dan kota yang sudah berorientasi pada penggunaan energi terbarukan semisal solar cell," tuturnya.

Dari kacamatan penilaiannya, kondisi Kota Manado saat ini masih jauh dari standar kota yang menjadi kandidat peraih Adipura Kencana.

"Pertama, Manado belum sepenuhnya merealisasikan pemanfaatkan energi yg terbaharukan seperti solar cell, energi angin, atau ombak," ujanya.

Selain itu, menurutnya wajah kota Manado melalui penataan bangunan belum tertata baik. "Apalagi saat ini terlihat terjadi upaya penghapusan  wajah kota lama," tuturnya.

Bicara soal keindahan dan estetika, menurut Veri, keindahan bukan saja bicara tentang penataan taman, tetapi termasuk pada penataan bangunan dan pedagang kaki lima.

"Jadi, untuk syarat dapat Adipura Kencana Manado harus menerapkan pembangunan yang menganut prinsip-prinsip berkelanjutan," terangnya.

Termasuk pada beberapa persyaratan untuk penilaian standar Adipura untuk kota besar, menurutnya Manado belum melakukan pengurangan limbah ke alam. "Contohnya, Manado belum punya pengolahan limbah kota terpadu, katanya saat ini sementara dalam pembangunan, tapi belum terbukti berguna atau tidak," ujarnya.

Selanjutnya, untuk pembangunan permukiman cenderung merusak kondisi alam semisal sungai dan bukit-bukit.

"Selain itu, kota Manado belum mengelola sampahnya dengan baik. Banyak rumah yang tidak memiliki tempat sampah, apalagi di kawasan permukiman padat. Disini yang penting, harus jelas terlihat masyarakatnya berpartisipasi langsung dalam pembangunan kota berkelanjutan atau tidak,"ungkap Vero.

Satu prinsip penting dalam pengelolaan lingkungan kota yang berkelanjutan dan tidak sekadar untuk target meraih penghargaan baik Adipura ataupun Adipura Kencana menurut Vero adalah penerapan konsep Green City

"Konsep Green City mencakup pemanfaatan energi terbaharukan, pengurangan limbah, kota harus dirancang baik dalam hal ini bicara tentang wajah kota atau estetika kota, kota harus memiliki lingkungan alam yang terjaga, memiliki sistem tranportasi yang berwawasan lingkungan; memiliki kualitas lingkungan yang baik, dan ketersediaan air bersih yang berkualitas baik secara kuantitatif maupun kualitatif," jelasnya.

Meskipun demikian, Vero memastikan tetap optimis dan mendukung penuh upaya pemerintah Kota Manado dalam menata kota Manado menuju arah yang lebih baik.

Apalagi memasuki penilaian tahap pertama untuk Adipura berstandar kota besar, Vero optimis Pemko Manado sementara bekerjakeras bukan hanya sekadar asal Adipura kembali diperoleh. "Tetapi karena satu harapan, kota ini tertata dengan sangat baik di segala aspek," tandasnya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved