Rendezvous
Monumen Lilin Simbol Kerukunan di Manado
Sulawesi Utara tak hanya dikenal karena pesona alam yang luar biasa.
Penulis: | Editor:

Sulawesi Utara tak hanya dikenal karena pesona alam yang luar biasa. Daerah yang penduduknya dikenal dengan Land of Smiling People juga terkenal karena kerukunan umat beragama.
GUNA mempertegas komitmen kerukunan antar umat beragama di Sulut, maka ada Bukit Kasih Kanonang yang merupakan tempat wisata religi serta Bukit Doa Tomohon.
Bahkan sejak tahun 2007 telah dibangun wisata religi lainnya yakni, monumen lilin. Monumen ini tepat berada di pusat Kota Manado yakni di kawasan Pelabuhan Manado, dan Jembatan Soekarno.
Monumen berbentuk lilin yang sedang menyala ini memiliki ketinggian 50 meter. Terbagi atas 15 meter bagian botol lilinnya, 30 meter lilin, dan 5 meter lagi adalah nyala apinya. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Untuk pembangunan monumen ini pemerintah mengeluarkan dana lebih dari Rp 5 miliar.
Rencananya, akan ada fasilitas penunjang seperti tempat untuk berdoa atau ibadah. Bahkan, bagi warga yang ingin menikmati kota Manado, bisa naik ke atas Monumen lilin hingga ketinggian 15 meter atau tepatnya hingga di batas botol lilin.
Meski belum banyak fasilitas penunjang di sekitar monumen ini, tapi tempat yang rampung pembangunannya di akhir 2011 ini sudah menjadi tempat favorit warga Kota Manado. Yang datang, tak hanya sebatas orangtua saja, tapi anak muda yang ingin melihat kemegahan monumen lilin ini.
Bahkan ada di antara mereka rutin datang ke tempat ini setiap akhir pekan, hanya untuk melepaskan penat selama sepekan bekerja. Winda Christine misalnya. Karyawan swasta yang gemar fotografi ini, mengaku sering mengunjungi monumen lilin ini. "Selain bisa melihat keindahan dan kemegahan Monumen Lilin ini, kita juga bisa menikmati indahnya matahari tenggelam," ujar Winda.
Winda, mengatakan, dia mengunjungi monumen sebelum rampung pembangunannya. Dia mendapat banyak angle untuk foto di kawasan ini. "Saya sering mengajak saudara atau teman, untuk foto-foto di sini," ucapnya.
Di pagi hari, monumen yang berada dekat dengan pelabuhan Manado ini juga sangat ramai. Anda bisa menemui ada banyak anak muda yang melakukan aktifitas jalan pagi bersama di seputaran monumen ini. "Kalau sekadar jogging di seputaran monumen asik karena tidak akan terganggu oleh kendaraan yang lalu lalang," tutur seorang pemudi.
Ia pun berharap ketika nantinya pemerintah sudah melengkapi semua fasilitas penunjang di lokasi ini, maka akan menjadi kewajiban semua masyarakat kota Manado untuk menjaganya. "Ini aset kita bersama, jadi kita pun harus menjaganya. Kalau tetap terjaga kebersihan, keindahannnya, kita juga kan yang akan bangga," tandasnya.(aro)