Ekonomi

Akhir Tahun Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 9.800/Dolar

Mata uang rupiah dinilai akan melemah pada akhir tahun ini.

TRIBUNMANADO.CO.ID-Mata uang rupiah dinilai akan melemah pada akhir tahun ini.  Diperkirakan pelemahan ini akan terjadi seiring dengan banyaknya transaksi menggunakan dolar AS.

Ali Setiawan, Head of Global Market HSBC Indonesia, memperkirakan bahwa banyaknya transaksi impor bahan mentah dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan menjadi pemicu bagi kenaikan dollar AS.

"Kami perkirakan rupiah akan mencapai Rp 9.600-9.800 per dolar pada akhir tahun ini," katanya di Pacific Place, Jakarta (10/10/2012).

Transaksi itu meliputi pembelian BBM dan Impor untuk kebutuhan industri  yang akan semakin meningkat. Pembelian BBM akan meningkat karena dana subsidi yang meningkat seoring dengan pembatalan  kenaikan BBM dan kebutuhan alokasi BBM yang terus meninggi.

Ia juga mengatakan bahwa impor raw material atau bahan baku akan meningkat kembali sampai dengan akhir tahun meskipun sempat menurun pada Agustus 2012. "Meskipun sempat menurun, kita yakin bahwa akan naik lagi, soalnya akan menaikan industri manufaktur kita pada tahun ini," ujarnya.

Sedangkan menurunya harga komoditas menjadi penyebab bagi menurunnya ekspor sampai dengan akhir tahun ini. "Komoditas terus menurun, seperti Batubara yang tadinya 100-120 Dollar AS per ton menjadi 70-80 Dollar AS per ton, jadi harus dilihat lagi sampai akhir tahun penurunanya berapa," katanya.

Namun ia yakin bahwa akan menjaga nilai rupiah dalam batasan yang wajar mengingat hal ini akan memajukan ekspor indonesia. "Ya rupiah turun akan bagus bagi ekspor kita, maka akan menaikan neraca perdagangan kita," ujarnya.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved