Razia
Polsek Modayag Sita Puluhan Botol Miras
Ini atensi Kapolda melalui bapak Kapolres dalam menyukseskan program 'brenti jo bagate'.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLTIM - Kepolisian Sektor Rural Modayag Kabupaten Bolaangmongondouw Timur (Boltim) berhasil menyita puluhan botol minuman keras (miras) berbagai jenis dari para penjual, pada Senin (8/10/2012).
Operasi rutin yang dipimpin oleh Kanit reserse kriminal (reskrim) Aiptu J Sualang berhasil menjaring minuman beralkohol (minol) jenis Burung sakti, Valentine, dan tentunya captikus," ini operasi rutin dalam mendukung program Kapolda," ujar Sualang di Mapolsek, pada Selasa (9/10/2012).
Sualang menyebutkan gerakan anti mabuk yang dicanangkan Kapolda diimplementasikan dengan terus melakukan razia penjualan miras ilegal alias tak berizin."Ini disita dari 3 warung yang menjualnya tanpa ijin," Jelas Sualang
Sementara itu Kapolsek rural Modayag Iptu Romel Pontoh SIP saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan usai disita barang-barang tersebut akan segera dimusnakan. "Ini atensi Kapolda melalui bapak Kapolres dalam menyukseskan program 'brenti jo bagate'," terang Romel.
Sekadar diketahui, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy terus mengkampanyekan gerakan anti mabuk. Hal tersebut dilakukan karena meningkatnya kriminalitas jalan karena disebabkan oleh minuman keras.
Kepolisian dan pemerintah provinsi juga mengalurakan peraturan daerah pada tahun 2010 khusus tentang gerakan anti mabuk yang berisi antara lain jangan menjual miras diatas jam 10 malam, dilarang menjual miras kepada anak dibawah umur atau berseragam sekolah.
Tak hanya razia penjulan minuman tak berizin, polisi pun melakukan pendekatan kepada petani captikus untuk mengalihkan produksi pohon nira tersebut menjadi bahan etanol. "Kita mendorong agar petani mengolanya menjadi spritus atau entanol. Gerakan anti mabuk. konsepnya kita pikirkan sambil jalan seminar pertama selanjutnya pemusnahan barang sitaan dan himbauan," terang Atotoy beberapa waktu lalu sembari mengatakan sedang bekerja sama dengan para peneliti untuk meneliti pengalihan produksi nira tersebut.