Pencurian
Agus Takut Brankas Berisi Bom
Polisi menyelidiki brankas temuan warga di Jalan Kesatriaan, Kelurahan Arjuna.
Laporan Wartawan Tribun Jabar Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG - Polisi menyelidiki brankas temuan warga di Jalan Kesatriaan, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Minggu (7/10/2012). Muhammad Daud (65), seorang warga Jalan Sukanegara, Antapani, Bandung, mengakui brankas tersebut miliknya yang sempat digondol kawanan maling, Sabtu (6/10/2012).
Polisi sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga yang menemukan brankas tersebut, Agus Kurniawan (17). Begitu pun pemilik brankas, Muhammad Daud, dan beberapa warga di lokasi temuan brankas yang ditemukan sekitar pukul 07.30.
Agus, yang pertama kali menemukan brankas tersebut, sempat mengira, kotak besi yang beratnya sekitar 25 kilogram itu adalah bom. Karena bentuknya yang tidak biasa dan ditemukan di tumpukan sampah, Agus, yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas, saat itu juga langsung melaporkannya ke Mapolsek Cicendo.
"Ya, saya mah takut bom saja. Tapi, pas dilihat atasnya sudah bolong. Mungkin dus yang nutupin bagian atasnya kena hujan, jadi kebuka. Aneh, aja. Enggak biasanya di tumpukan sampah ada barang segede gitu. Saya ke polisi aja lapor," ujar Agus saat ditemui di Mapolsek Cicendo, kemarin.
Kapolsekta Cicendo Kompol Fauzan Syahrir, yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Cicendo AKP Gatot, mengungkapkan, mendapat laporan temuan brankas tersebut, polisi langsung mengamankan sekitar lokasi kejadian. Temuan itu sempat menarik perhatian warga.
Temuan brankas yang mencurigakan itu pun langsung diberitahukan kepada jajaran kepolisian untuk mengecek ada tidaknya warga masyarakat yang merasa kehilangan brankas tersebut atau kejadian pencurian yang barang curiannya berupa brankas di wilayah hukum Polrestabes Bandung.
Tak berapa lama, petugas Polsek Cicendo mendapat informasi bahwa telah terjadi pencurian di wilayah hukum Polsek Antapani, Sabtu (6/10/2012) malam. Selang beberapa jam, petugas dari Polsek Antapani didampingi korban pencurian mendatangi Mapolsek Cicendo.
"Kami berkoordinasi, tak berapa lama korban dan petugas dari Polsek Antapani memeriksanya. Warga atas nama Muhammad Daud, korban pencurian, membenarkan brankas itu miliknya yang dicuri," ujar Fauzan.
Brankas yang berwarna cokelat mengilap terlihat dalam kondisi rusak. Selain pintunya hilang, di bagian atas brankas ada bekas congkelan. Saat ditemukan, brankas dibungkus jas hujan yang dilapisi oleh dua dus mi instan. Selain dilapisi jas hujan dan dus, brankas itu dilakban cokelat.
Kapolsketa Antapani Kompol Iwan Wahyudin, melalui Kanitreskrim AKP Adang MF, mengatakan, Muhammad Daud telah melapor pencurian di kediamannya, di Jalan Sukanegara No 69, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Bandung, Sabtu malam.
Begitu mendapat informasi adanya temuan brankas, korban diantar petugas Polsek Antapani mengecek ke Mapolsek Cicendo. Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu membenarkan brankas tersebut miliknya. Namun brankas sudah kosong karena dikuras oleh kawanan maling itu.
"Kronologinya, Sabtu malam itu Pak Daud bersama keluarga pergi sekitar pukul 19.30. Rumah kosong. Pulang ke rumah sekitar pukul 21.30, isi rumah sudah dalam kondisi berantakan. Salah satu barang yang hilang adalah brankas. Ternyata, brankasnya itu ditemukan tadi pagi di wilayah hukum Polsek Cicendo. Maling beraksi ya antara pukul 19.30 sampai 21.30 itu," kata Adang di Mapolsek Antapani, kemarin.
Dari olah tempat kejadian perkara pada Sabtu malam, polisi menduga kawanan maling masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pagar. Mereka lalu merusak pintu depan rumah. Pintu kamar dicongkel diduga mencari barang-barang berharga.
Menurut penyelidikan sementara polisi, korban kehilangan satu brankas berisi surat-surat berharga, antara lain ijazah, paspor, sertifikat, BPKB, surat nikah, dan barang lainnya yang nilainya mencapai jutaan rupiah.
Tim Inafis Polrestabes Bandung telah mengidentifikasi brankas tersebut. Diperkirakan masih ada sidik jari pelaku. Hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi serta data guna pengungkapan kasus ini.
"Malingnya berapa orang, belum bisa kami pastikan. Tapi, diduga lebih dari dua orang. Begitu juga, pelaku itu menggunakan roda dua atau roda empat, masih kami selidiki. Soalnya, jarak brankas ditemukan dengan TKP kan cukup jauh," kata Adang.