Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Road to Jerman

Seminar HAM di Jerman, Mari Jadikan Lingkaran Ini Makin Besar

Wartawan Tribun Manado Anthonius Iwan Adhipraja berkesempatan mengikuti seminar "Civil and Human Right"

Tayang:
Penulis: | Editor:
zoom-inlihat foto Seminar HAM di Jerman, Mari Jadikan Lingkaran Ini Makin Besar
TRIBUNMANADO/ANTHONIUS IWAN ADHIPRAJA
Wartawan Tribun Manado Anthonius Iwan Adhipraja berdiri di kawasan Buchenwald concentration camp di Jerman, pertengahan September lalu, dalam bagian dari Seminar Human and Civil Right yang diadakan Friedrich Naumann Stiftung di Theodor-Heuss-Academy, Gummersbach, Jerman.
Laporan Wartawan Tribun Manado Anthonius Iwan Adhipraja


TRIBUNMANADO.CO.ID, GUMMERSBACH
- Wartawan Tribun Manado Anthonius Iwan Adhipraja berkesempatan mengikuti seminar "Civil and Human Right" yang diadakan oleh Friedrich Naumann Stiftung, sebuah lembaga swadaya masyarakat, atau yang biasa disebut dengan NGO (Non Goverment Organization) di Jerman. Seminar diadakan di Theodor-Heuss-Academy, Gummersbach, Jerman bagian utara, 9-21 September 2012.   

Lembaga yang punya kantor cabang di beberapa negara ini setiap tahunnya mengundang para aktifis, pemikir, dan pemerhati masalah-masalah sosial dari negara-negara dunia ketiga. Dalam satu tahun, diadakan beberapa kali seminar dengan tema yang berbeda. Redaktur Pelaksana Harian Tribun Manado Dion DB Putra, sebelumnya juga pernah mengikuti seminar serupa di Jerman dengan tema "Religion and Liberalism" pada 2010.

Seminar Civil and Human Right sendiri diikuti 23 peserta dari 11 negara, antara lain Filipina, Afrika Selatan, Zimbawe, Libanon, Mesir, Guatemala, Argentina, Georgia, Pakistan, Palestina, dan tentunya Indonesia. Tanah air mengirimkan tiga wakil di kegiatan ini. Dua orang yang lain adalah Irene Kuntjoro dari Jakarta dan Juan Skavani Mahaganti dari Manado.

Kegiatan seminar banyak diisi dengan diskusi dalam group. Masing-masing peserta saling berbagi pengalaman masing-masing, bagaimana situasi penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia di masing-masing negara.

Ambil contoh, diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain seperti misalnya di Pakistan. "Diskriminasi bahkan sudah tampak sejak dari konstitusi, posisi wanita di kelompok tertentu sangat-sangat disudutkan, misalnya pada kasus perkosaan, atau penculikan," kata Aamir Sammar. Dia sendiri mengaku pernah mengalami teror ancaman penganiayaan yang ditujukan pada dirinya dan keluarganya. "Itu alasan saya pindah ke Islamabad," ungkapnya.

Selain berdiskusi di dalam ruangan, peserta juga diajak untuk melihat-lihat landmark Jerman, di antaranya Katedral Koln. Ada juga kegiatan citytour ke Weimar, Dresden dan ke kamp konsentrasi di Buchenwald.

Semua peserta mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan seminar internasional ini. Mereka tergerak dan punya semangat baru untuk kembali memperjuangan nilai-nilai hak asasi manusia di daerah asal. "Kita semua mendapat pencerahan dan banyak pembelajaran dari seminar ini. Kita sekarang adalah lingkaran kecil, tapi nantinya kita akan membesar, melibatkan semakin banyak orang. Jadi let's make the circle bigger (mari jadikan lingkaran ini semakin besar," ajak Juan Mahaganti saat memberikan kata-kata reflektif di akhir seminar. Ya, mari sebarkan nilai-nilai kemanusiaan ke seluruh penjuru dunia. (ton)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved