Demo Buruh
Buruh di Bitung Tolak Outsourcing
Ratusan buruh yang menamakan diri Aliansi pekerja buruh bersatu, menggelar aksi demo.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ratusan buruh yang menamakan diri Aliansi pekerja buruh bersatu, menggelar aksi demo di depan gedung DPRD dan kantor walikota Bitung, Kamis (4/10/2012) berlangsung damai. Dalam aksinya masa yang bernaung dibawah organisasi buruh seperti SPSI, RTMM, SBSI, Kamiparho, FKUI, SPMI dan FMPBI menuntut agar menghapus outsourcing, kontrak kerja dan upah murah.
"Kami minta pemko dan DPRD Bitung tolak sistem kerja outsourcing. Karena sebagaimana yang disampaikan Muhaimin Iskandar Menakertras RI, bahwa sistem tersebut hanya diberlakukan pada 5 jenis sektor perkerjaan yakni Ketering, Cleanning Servis, skeurity, transportasi dan pertambangan," kata Robi Hulopi saat berorasi. Menurutnya yang menjadi pertanyaan saat ini, kenapa di pabrik atau perusahaan yang ada di Bitung sistem ini masih merajalela. "Ini tidak sejalan dengan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," tegasnya.
Untuk itulah ia mengajak kepada kaum buruh jika ingin mengubah nasib, jangan berhadap pada orang lain kalau bukan kita sendiri melalui alat perjuangan. "Aksi demo ini karena ada persoalan bukan hanya sekeder retorika belaka. Tidak ada yang tunggangi aksi dan kepentingan apapun dari aksi, kami berjuang untuk sejahterakan buruh di Bitung," tandas ketua FMPBI Bitung.