Razia
Siswa Bolos Diangkut ke Mobil Patroli Satpol PP
Satuan Polisi Polisi Pamong (Satpol PP) Kotamobagu kembali merazia para siswa.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Satuan Polisi Polisi Pamong (Satpol PP) Kotamobagu kembali merazia para siswa yang berkeliaran di jam sekolah, Rabu (3/10/2012). Belasan siswa yang terjaring razia kebanyakan sedang berada di warung internet (warnet).
Para siswa tersebut diangkut memakai bak terbuka ke Kantor Wali Kota Kotamobagu yang berada di Jalan Ahmad Yanni. Beberapa siswa yang diangkut tersebut tampak menutupi wajah mereka dengan tas. Setelah pendataan dan pembinaan para siswa tersebut kemudian dikembalikan ke sekolahnya masing-masing.
Ternyata, banyak remaja yang berpakaian seragam sekolah tersebut ternyata sudah keluar atau putus sekolah. Kepala Seksi Penyelidikan Satpol PP Kotamobagu Rio Lasabuda mengatakan, para 'siswa gadungan' tersebut tampak bercampur baur dengan siswa-siswa yang membolos.
"Setelah kami melakukan pendataan, beberapa di antaranya ternyata sudah tidak bersekolah. Ada juga yang mengaku-ngaku di sekolah tertentu, ternyata setelah akan dikembalikan ke pihak sekolah nama tersebut tidak tercatat sebagai murid," ujar Rio.
Namun demikian, dia mengatakan, pihaknya mencoba mengembalikan anak-anak di usia sekolah tersebut ke orangtua atau wali. "Pokoknya, kami mengupayakan mengembalikan kepada orang yang berttanggungjawab terhadap anak tersebut," kata dia menambahkan.
Dalam tiga pekan terakhir, Satpol PP Kotamonagu telah gelar dua kali razia anak sekolah. Dua pekan lalu, 19 siswa terjaring di warnet dan tempat-tempat makan saat jam sekolah. Namun dari 19 orang tersebut, satu di antaranya juga sudah putus sekolah.
Selain razia anak sekolah, Satpol PP juga menjaring pegawai negeri sipil yang kebanyakan asyik di kantin di saat waktu jam kerja. Kepala Kantor Satpol PP Kotamobagu Erwin Pasambuna mengatakan untuk pegawai negeri yang terjaring laporanya sampai ke wali kota.
"Kami mencatat dan melaporkan kepada Wali Kota dengan tembusan kepada Asisten Satu dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah," kata Erwin.