Danau Tondano

Masengi : Dana Habis tak Sedikit Tangani Eceng Gondok

Dulu kan pernah. PNS angkat eceng gondok habis akhirnya muncul lagi.

Masengi : Dana Habis tak Sedikit Tangani Eceng Gondok
Ist
Ilustrasi.
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sehebat apa pun Kepala Daerah di Minahasa, tak akan mampu menangani persoalan eceng gondok di Danau Tondano. Hal itu disampaikan, Edison Masengi, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut, Selasa (2/10/2012)

"Kalau ada yang bilang mampu itu retorika," sebut dia.

Kata Masengi, bukan sedikit dana yang habis untuk mengurusi eceng gondok. Padahal masalah Minahasa bukan eceng gondok saja

"Dulu kan pernah. PNS angkat eceng gondok habis akhirnya muncul lagi, tapi masyarakat tidak terlibat," ungkapnya.

Masengi mengungkapkan, Danau Tondano memang berada di Minahasa, namun danau itu bermanfaat untuk Manado, Minut, Tomohon, dan juga PLN. Solusinya, melestarikan danau tondano harus dilakukan secara bersama "Harus keroyokan, tak mampu Minahasa sendiri," ujarnya.

Satu solusi yang dilakukan kata Masengi, dengan menetapkan peraturan daerah pengelolaan DAS Tondano. Program pengelolaan Danau Tondano dari hulu hingga hilir, namun persoalannya meski digodok beberapa tahun belakangan belum menghasilkan produk berupa perda karena beberapa kendala.

"Ada aturan yang belum sinkron, diantarannya rancangan PP tentang Danau. Tunggu itu, mesti berpedoman disitu, nanti tumpang tindih salah lagi," ungkapnya.

DPRD pun masih menunggu hasil putusan dari pusat menyangkut beberapa rancangan peraturan yang berkaitan dengan danau.

Perda dimaksud nantinya akan memberikan payung hukum terkait pengelolaan DAS Tondano.

Satu kendala lain masih sulitnya menentukan siapa yang berhak mengelola. Apakah Dinas di bawah Provinsi, forum atau Badan Independen

"Kemudian pembiayaan bagaimana? Apa Dinas yang mengelola, badan idependen atau Forum yang tidak mengikat sangat dilematis," ungkapnya.

Padahal, mimpi dari Perda DAS nantinya akan mengatur Tupoksi melestarikan sungai sampai danau, mengamankan kualitas air, sanksi, pembuangan limbah, pengaturan pemanfaatan air.

"Danau tondano sumber air akan dilestarikan, danau ini, dilestarikan. Debit air, kualitas air, daerah cacthman area. Piara ikan Karamba, sudah mau di atur disitu. Pembiayaannya tidak semata-mata kabupaten minahasa tetapi harus bersama.

"Ini mimpi tak segampang itu.  Belum secara kompresensif di atur. Tumpang tindih kewenangan. Sharingnya bagaimana. Karena lingkungan hidup sangat peka. Harus Lintas sektoral," ujarnya.

Penulis: Ryo_Noor
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved