Tamu Tribun Manado
Kapolda Sulut Sebut Tribun Manado Rekan Akrab
Secara mendadak, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy berkunjung ke Kantor Tribun Manado.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Secara mendadak, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy berkunjung ke Kantor Tribun Manado yang berada di jalan AA Maramis Kairagi Dua, kecamatan Mapanget, pada Selasa (2/10/2012) sekitar pukul 15.45 Wita.
Kedatangan Jenderal bintang satu ini sangat mengejutkan sebab tanpa pemberitahuan resmi jauh sebelumnya. Atotoy datang bersama Wakapolda Sulut Kombespol Kartono Wangsadisastra, Direktur Intelkam Kombespol Teddy Setiadi dan Direktur reserse Narkoba Guruh Ahmad.
Kedatangan mereka disambut hangat Pimpinan redaksi Tribun Manado Ribut Raharjo, Pimpinan Perusahaan Fahmi Setiadi, Manejer Produksi Dion Putra, Koordinator Liputan Charles Komaling, dan Wakil Koordinator liputan Aswin Lumintang.
Sang Jenderal tampak akrab dihadapan tuan rumah, percakapan yang diselingi gurauan darinya mewarnai pertemuan tersebut. Atotoy ingin memperlihatkan betapa akrabnya hubungannya dengan Tribun Manado. Canda dan tawa mewarnai sepanjang pertemuan tersebut. Bak teman lama yang
Selain mengejutkan kedatangan Kapolda Sulut ini tergolong spesial. Pasalnya, di tengah-tengan kesibukan dan padatnya acaranya, Atotoy datang menyambangi Tribun. Sebut saja, adanya kedatangan Megawati dan Kamledikpol Komjen pol Oesgroseno.
Pertemuan yang sedianya hanya beberapa menit menjadi molor ketika Kapolda dengan serius mengejawantahkan program Polda Sulut yang menjadi prioritas utamanya. Ribut Raharjo sebagai tuan rumah langsung mengawalinya dengan memperkenalkan tuan rumah lainnya yang hadir.
Tanpa basa basi Ribut menyatakan dukungannya terhadap program Kapolda diantaranya pembentukan Patroli Rayon dan gerakan anti mabuk. "Kita selalu meminta tanggapan para ahli dalam mencari solusi permasalahan tersebut," ujar Ribut
Ribut menyatakan dukungannya terhadap pengalihan produksi nila menjadi etanol atau sejenisnya tanpa menjadikannya captikus yang disebutnya merugikan generasi muda.
Dukungan tersebut disambut baik Atotoy dengan menyebut tribun adalah mitra yang baik dari polda Sulut yang selama ini. Dia mengungkapkan kerinduan selama ini untuk berkunjung ke Tribun bahkan disebutnya sebagai 'utang' yang baru terlunasi. "Saya terima kasih ke Tribun yang menjadi rekan akrab," ujar Atotoy.
Atotoy pun tak menyia-nyiakan waktu untuk mensosialikan program utamanya. Tanpa disadaainya waktu telah berjalan lama, dirinya berada dalam ruang redaksi. Dia mengajak Tribun untuk tetap menjadi teman dalam pendorongnya.