Pariwisata
Jepang Tanyakan Keamanan Indonesia
Pelaku industri wisata Jepang menanyakan kondisi keamanan Indonesia.
Pertanyaan ini disampaikan oleh Chairman Japan Association of Travel Agents (JATA) Jungo Kikuma saat bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Tokyo Jepang. Pertemuan keduanya berlangsung di stan Indonesia pada ajang JATA Tourism Forum & Travel Showcase.
"Kepastian keamanan itu mereka sampaikan. Mereka minta agar ada lebih banyak informasi mengenai kondisi keamanan di Indonesia," tutur Mari Elka usai pertemuan kepada wartawan Kompas Andy Riza Hidayat di Tokyo.
Jungo Kikuma mengagumi kesungguhan Indonesia membangun industri pariwisata. Jumlah kunjungan wisata Jepang ke Indonesia menunjukkan peningkatan.
Jepang merupakan pasar penting industri pariwisata Indonesia. Saat ini kunjungan wisata dari Jepang menempati urutan kelima dari seluruh wisatawan. Sampai Juli 2012 kunjungan wisatawan Indonesia tumbuh 4,5 persen dibanding tahun 2011. Sementara wisatawan dari Jepang tahun 2010 sebanyak 406.011 orang. Angka ini bertambah 2,24 persen pada tahun 2011 sebesar 415.088 orang.
Adapun ajang JATA diikuti oleh 156 negara di seluruh dunia. Ada 20 pelaku usaha pariwisata Indonesia yang mengikuti acara ini. Sejauh pantauan Kompas, tingkat kunjungan ke stand Indonesia berlangsung ramai. Beberapa di antaranya menikmati sajian kopi khas nusantara. Mereka bahkan rela antre demi mendapatkan kopi nikmat itu. Stan Indonesia terlihat atraktif dibanding dengan stan negara lain di Asia Tenggara.