Perumahan
Data Perumahan di Amerika Naik
Pasar saham Wall Street berakhir mixed akibat sentimen melambatnya data manufaktur hampir di seluruh dunia
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pasar saham Wall Street berakhir mixed akibat sentimen melambatnya data manufaktur hampir di seluruh dunia. Hanya Dow Jones yang mampu naik, dua indeks lainnya terkena koreksi tipis.
"Salah satu faktor positif yang bisa mendukung pasar menguat adalah data perumahan yang naik lebih tinggi dari prediksi, ditambah harga minyak yang sudah mulai reli setelah turun tiga hari berturut-turut," kata Assistant Equity Sales PT Sinarmas Sekuritas Manado, Franky KSS Laloan, kepada Tribun Manado, Jumat (21/9).
Franky, menambahkan beberapa indikator ekonomi masih menunjukkan adanya perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi AS, terutama dari data manufaktur yang sudah melemah dalam tiga bulan terakhir. Jumlah pengangguran AS yang mencari pekerjaan juga meningkat cukup tinggi.
"Bursa Wall Street semalam ditutup relatif bervariasi cenderung flat akibat data pengangguran mingguan yang masih meningkat dan melemahnya pertumbuhan ekonomi AS di bulan Agustus dipicu oleh penurunan kegiatan manufaktur dan daya beli masyarakat," ujarnya.
Menurut Franky, walaupun Indeks sempat tertekan akibat data-data ekonomi yang mengecewakan seperti akibat sentimen melambatnya data manufaktur hampir di seluruh dunia. Hanya Dow Jones yang mampu naik, sektor manufaktur juga masih mengindikasikan pelemahan, baik di AS maupun China.
"Investor kembali menahan posisi setelah indeks menyentuh level tertingginya dan kembali wait and see. Kenaikan bursa Eropa terjadi setelah data menunjukkan penentu kebijakan akan segera mengeluarkan program bailout untuk Spanyol paling cepat pekan depan," ucap Franky.
Menurutnya, Spanyol sekali lagi akan menjadi perhatian karena pasar akan terus melakukan spekulasi mengenai waktu pelaksanaan untuk membeli surat utang Spanyol