Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Selatan

Warga Kecewa Menko Kesra Batal Datang

Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Imanuel Taumaluntung, di desa Tumaluntung Raya Kecamatan Tareran kecewa.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG-  Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Imanuel Taumaluntung, di desa Tumaluntung Raya Kecamatan Tareran kecewa. Peresmian yangsebenarnya dilakukan Menko Kesra Agung Laksono dan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang batal dilaksanakan kerena keduanya tidak jadi datang.

Menurut rencana dua pejabat negara yang dinantikan tersebut, akan melakukan peresmian terhadap pastori dan gedung gereja GMIM Immanuel Tumaluntung.

Panitia sempat memutar jadwal, yang awalnya dijadwalkan peresmian pada pagi hari, namun karena kabar Menko Kesra baru akan tiba pukul 12.00 wita dari Sangihe, sehingga peresmian dijadwalkan pukul 14.00 wita, dan dimulai dengan ibadah.

Gedung gereja dan pastori hanya sempat ditahbiskan, karena menunggu Menko Kesra dan Gubernur akan datang. Usai ibadah dilanjutkan dengan makan bersama, setelah itu, jemaat diminta untuk menunggu Menko Kesra.

Namun hingga sore hari, dua pejabat negara yang dinanti tersebut tak kunjung datang, sehingga peresmian tidak jadi dilaksanakan, hanya pentahbisan saja. Jemaat yang menanti, langsung pulang dengan kekecewaan.

Olce Tunas seorang anggota Jemaat mengatakan sangat kecewa."Kami sangat kecewa, karena persiapan kami sudah lakukan selama sebulan, namun terjadi seperti ini," jelas dia.

Selain itu, dana yang dikeluarkan untuk pentahbisan dan peresmian tersebut cukup besar."Sebenarnya rencana peresmian akan dilaksanakan pada tanggal 2 Septembar oleh pak Menko Kesra Agung Laksono, namun beliau minta diundur tanggal 16 September," jelasnya.

Jurney Sendow mengatakan, Tumaluntung ini mungkin tidak berjodoh dengan pejabat negara, termasuk bupati."Mungkin tidak jodoh, karena sudah beberapa kali kegiatan, undang pejabat negara seperti gubernur dan bupati, namun tidak ada yang datang," jelas dia.

Sementara itu, Jhonly Rorong mewakili panitia mengatakan, batal hadirnya Menko Kesra bukan karena kesengajaan panitia."Semalam dipastikan akan datang, makanya kami susun jadwal seperti itu," kata dia. Ia menambahkan, kepastian tersebut juga di dapat pada pagi harinya.

"Tidak mungkin kami membohongi masyarakat dan jemaat, kalau kami tahu tidak jadi datang, paling kami akan ubah jadwal," jelasnya.

Masalah tersebut akan dibicarakan bersama dengan ketua jemaat, penatua dan jemaat."Ini baru pentahbisan, belum peresmian, dan untuk peresmian nanti akan dibicarakan lagi," jelasnya.Ia mengajak agar kejadian ini digumuli bersama.

Karena tidak hadirnya dua pejabat negara tersebut, prasasti tidak jadi ditandatangani, dan selubung papan nama pastori dan gedung gereja belum dibuka. (Amg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved