Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Community

Rela Tidak Tidur Kejar Tahanan Kabur

TANGGAL 11 Agustus 2012, menjadi kabar buruk bagi seluruh petugas Rumah Tahanan Klas II A Manado.

Tayang:
Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Robin Tanauma

Nama Lengkap: Yulius Paath S.IP DEA
TTL: Surabaya, 18 juli 1969,
Posisi/Jabatan: Kepala Rutan Klas IIA Manado
Motto: Keberhasilan merupakan akumulasi upaya orang lain dalam membantu kita, bukan semata-mata karena kemampuan kita sendiri.

Nama Lengkap: Sonny Abram Gumansalangi
TTL: Kotamobagu, 6 Maret 1963
Posisi/Jabatan: Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR)
Motto: Kewaspadaan Kekompakan Dalam Melaksanakan Tugas.

Nama Lengkap: Ronly I Balderas
TTL: 26 November 1979
Posisi/Jabatan: Staf KPR/P2U (Pengamanan Pintu Utama)
Motto: Pekerjaan Akan terasa berat apabila kita merasa hal itu sulit untuk dilaksanakan.

TANGGAL 11 Agustus 2012, menjadi kabar buruk bagi seluruh petugas Rumah Tahanan Klas II A Manado. Tiga orang berstatus tahanan dan narapidana berhasil melarikan diri dari pengawasan petugas keamanan.

Doan Fablo Alfonsus Togelang alias Opo (32), Warga Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan III, Kecamatan Singkil, Manado (SMP tidak tamat), Kasus Perlindungan Anak, Pasal 81 ayat 2 UU No 23 tahun 2002, Status tahanan Pengadilan Negari Manado.

Kemudian, narapidana Andre Alfari alias Utu (18), Warga Kelurahan Mahakeret Barat, Lingkungan I, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Pekerjaan Pemulung (SD), Status tahanan sudah ada putusan pengadilan tanggal 26 April 2012, Pidana 10 tahun penjara

Serta narapidana Alfons Makarawung alias Apong (31), Warga Desa Klabat, Jaga III, Kecamatan Dimembe, Minut, pekerjaan swasta, SD tidak tamat, Putusan PN Airmadidi, tanggal 1 Agustus 2012, Dieksekusi JPU Kejari Airmadidi tanggal 8 Agustus 2012.

Ketiganya kabur dengan perencanaan yang tersusun, mereka menggunakan potongan kain dan sprei yang dijadikan tali untuk panjat dan turun dari tembok, memanfaatkan palfon ruang tipikor kemudian menyeberang ke blok tahanan umum yang ujungnya sudah berbatasan langsung dengan tembok pertama.

Dari situ ketiganya tinggal mengaitkan tali dari sprei dan kain untuk turun, selanjutnya tali itu digunakan kembali untuk memanjat tembok terakhir yang lebih tinggi dari tembok pertama, kemudian mereka turun kembali dari tembok terakhir dan kabur melewati sungai hingga tembus di kawasan ring road.

Kelemahan pengawasan pos jaga, memang benar-benar diandalkan ketiga buronan ini. Ketiganya kabur langsung diketahui oleh petugas setelah melakukan apel malam.

Kepala Rutan, Yulius Paath Sip DEA, langsung mengaktifkan kembali tim Sigap (sisir, sergap, tangkap), untuk memburu mereka yang melarikan diri.

Berbagai cara usaha dan pengorbanan diberikan oleh tim Sigap dalam usaha perburuan. Dua anggota tim Sigap pun langsung diberangkatkan ke Balikpapan untuk mengecek keberadaan salah satu buronan.

Bahkan dalam penyisiran pencarian buronan lainnya, tim Sigap rela tidak tidur baik selama beberapa hari, menyusuri perkebunan desa dengan banyak tantangan hanya untuk memburu buronan.

Hendra Balowahani juga menceritakan bagaimana ia beserta anggota tim karena lapar dan tak sempat membawa makanan, terpaksa mereka hanya mengandalkan makan buah pepaya agar perut tidak kosong.

"Waktu itu kita di kaki gunung Klabat sedang mengejar keberadaan buronan," ungkapnya.

Dikabarkan juga, salah satu anggota tim, demi panggilan tugas yang wajib dilaksanakan yaitu melakukan pengejaran buronan, ia mengaku sempat terjadi salahpaham dengan pacarnya.

Pengorbanan dan usaha tim, akhirnya tak sia-sia belaka. Tim Sigap dengan keuletan melaksanakan perburuan buronan bisa menangkap satu demi satu terhadap tiga buronan.

Tanggal 17 Agustus 2012, atau enam hari setelah kejadian, sekira Pukul 19.00 Wita, tim Sigap awalnya berhasil menangkap Andre Alfari alias Utu dari tempat persembunyiannya di perkebunan Desa Klabat. Dihari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67, tim Sigap bekerja menangkapnya.

Berselang dua hari kemudian, atau tanggal 19 Agustus 2012, tim Sigap kembali mengamankan Alfons Makarawung alias Apong, dihari ini adalah perayaan hari pertama Idul Fitri.

Walaupun hari raya, tim Sigap juga bertugas dan buktinya menangkap Apong. Kejar-kejaran buronan dengan tim Sigap sempat terjadi, buronan ini awalnya dengan tidak merasa seperti buronan bebas berkeliaran bahkan naik motor berboncengan.

Wajahnya pun terpantau ketika hendak mengisi bensin di SPBU Politeknik, terlihat oleh petugas, buronan pun ambil langkah seribu melarikan diri, kejar mengejar akhirnya dimenangkan tim Sigap di lokasi Kecamatan Kairagi.

Untuk Opo buronan terakhir, memang cukup unik, walau kasusnya perlindungan anak, dia bersembunyi di perkebunan milik keluarga dan paling menyusahkan ditangkap.

Tim Sigap awalnya sudah mendapatkan tanda-tanda dari buronan itu, namun disembunyikan oleh pihak keluarga.

Tak mau larut dalam pencarian, Kepala Rutan sempat meminta bantuan ke Polda Sulut untuk menyiapkan anjing pelacak.

Untungnya, sebelum anjing pelacak akan digunakan keesokan harinya, buronan tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 19.30 Wita dibelakang rumah keluarganya.

Ketiganyapun ketika ditangkap satu per satu, langsung digiring ke Rutan Manado, sementara untuk Utu dan Apong langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Manado, karena status keduanya sudah narapidana.

"Apresiasi bagi tim Sigap, dengan kerja tim, kekompakkan tim, tugas tim bisa terselesaikan. Dan pengamanan pun kita lebih tingkatkan lagi," jelas Paath.

Ditambahkan Paath tidak ada penambahan tahanan terhadap mereka yang melarikan diri, namun Paath memastikan ketiganya tidak akan diusulkan untuk mendapatkan remisi.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved