Community
Rela Tidak Tidur Kejar Tahanan Kabur
TANGGAL 11 Agustus 2012, menjadi kabar buruk bagi seluruh petugas Rumah Tahanan Klas II A Manado.
Dikabarkan juga, salah satu anggota tim, demi panggilan tugas yang wajib dilaksanakan yaitu melakukan pengejaran buronan, ia mengaku sempat terjadi salahpaham dengan pacarnya.
Pengorbanan dan usaha tim, akhirnya tak sia-sia belaka. Tim Sigap dengan keuletan melaksanakan perburuan buronan bisa menangkap satu demi satu terhadap tiga buronan.
Tanggal 17 Agustus 2012, atau enam hari setelah kejadian, sekira Pukul 19.00 Wita, tim Sigap awalnya berhasil menangkap Andre Alfari alias Utu dari tempat persembunyiannya di perkebunan Desa Klabat. Dihari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67, tim Sigap bekerja menangkapnya.
Berselang dua hari kemudian, atau tanggal 19 Agustus 2012, tim Sigap kembali mengamankan Alfons Makarawung alias Apong, dihari ini adalah perayaan hari pertama Idul Fitri.
Walaupun hari raya, tim Sigap juga bertugas dan buktinya menangkap Apong. Kejar-kejaran buronan dengan tim Sigap sempat terjadi, buronan ini awalnya dengan tidak merasa seperti buronan bebas berkeliaran bahkan naik motor berboncengan.
Wajahnya pun terpantau ketika hendak mengisi bensin di SPBU Politeknik, terlihat oleh petugas, buronan pun ambil langkah seribu melarikan diri, kejar mengejar akhirnya dimenangkan tim Sigap di lokasi Kecamatan Kairagi.
Untuk Opo buronan terakhir, memang cukup unik, walau kasusnya perlindungan anak, dia bersembunyi di perkebunan milik keluarga dan paling menyusahkan ditangkap.
Tim Sigap awalnya sudah mendapatkan tanda-tanda dari buronan itu, namun disembunyikan oleh pihak keluarga.
Tak mau larut dalam pencarian, Kepala Rutan sempat meminta bantuan ke Polda Sulut untuk menyiapkan anjing pelacak.
Untungnya, sebelum anjing pelacak akan digunakan keesokan harinya, buronan tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 19.30 Wita dibelakang rumah keluarganya.
Ketiganyapun ketika ditangkap satu per satu, langsung digiring ke Rutan Manado, sementara untuk Utu dan Apong langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Manado, karena status keduanya sudah narapidana.
"Apresiasi bagi tim Sigap, dengan kerja tim, kekompakkan tim, tugas tim bisa terselesaikan. Dan pengamanan pun kita lebih tingkatkan lagi," jelas Paath.
Ditambahkan Paath tidak ada penambahan tahanan terhadap mereka yang melarikan diri, namun Paath memastikan ketiganya tidak akan diusulkan untuk mendapatkan remisi.