Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Razia

Wah, Ada Siswi Gadungan Tertangkap Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotamobagu menangkap 19 siswa.

Tayang:
Penulis: | Editor:
zoom-inlihat foto Wah, Ada Siswi Gadungan Tertangkap Satpol PP
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Sejumlah siswa kena razia, bahkan ada siswi gadungan tertangkap.
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotamobagu menangkap 19 siswa di beberapa tempat di jam sekolah, Kamis (13/9/2012). Satu di antara yang tertangkap tersebut ternyata sudah dikeluarkan dari sekolah namun masih tetap nemakai seragam sekolah.

"Perempuan tersebut terkena razia di Gandaria (tempat makan). Awalanya dia mengaku bersekolah dari SMK 2 Kotamobagu, maka kami bawa ke sekolah tersebut. Ternyata pihak sekolah menyatakan tidak ada siswi tersebut," ujar Kepala Kantor Satpol PP Kotamobagu Erwin Pasambuna di kantornya.

Siswi 'gadungan' tersebut kemudian mengaku bersekolah SMAN 2 Kotamobagu. Pihak Satpol PP kemudian bergerak ke sekolah tersebut untuk menyerahkan gadis tersebut ke pihak SMAN 2 Kotamobagu. Ternyata gadis tersebut sudah dikeluarkan dari sekolah itu sejak kelas 1.

"Kami kemudian menyerahkan kepada orangtuanya di Biga. Dia mengatakan memakai seragam tersebut karena diajak teman-temanya untuk makan di tempat tersebut," kata Erwin menambahkan.

Selain 'siswi gadungan' tersebut, tiga orang siswa yang tertangkap mencoba mengelabui Satpol PP dengan berbohong tempat sekolahnya. "Empat orang mengaku bersekolah di MAN (Madrasah Aliyah Negeri), ternyata mereka bersekolah di SMAN 2 Kotamobagu," ujar Erwin lagi.

Catatan Satpol PP Kotamobagu, 19 siwa tersebut berasal dari SMAN 2 Kotamobagu; empat siswa, MAN; satu siswa, SMK Cokroaminoto; lima siswa, SMKN 2; lima siswa, SMK 23; satu siswa, SPMA; satu siswa, dan SMAN 1; dua siswa.

Erwin mengatakan setelah mengadakan pembinaan, para siswa tersebut kemudian dikembalikan ke sekolah masing-masing. "Kami harap ada tindaklanjut dari pihak sekolah. Makanya kami laporkan juga hal ini kepada Pak Wali Kota (Djelantik Mokodompit) dan tembusanya ke pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)," kata dia.

Untuk kegiatan selanjutnya, Erwin mengatakan, pihaknya akan merazia pegawai negeri sipil (PNS) Kotamobagu yang berkeliaran di jam kantor. "Ini juga merupakan bagian dari hasil dari rapat evaluasi dan koordinasi dengan Pak Wali," kata dia.

Terpisah, satu di antara orangtua siswa mengatakan setuju dengan tindakan Satpol PP merazia anak-anak sekolah yang berkeliaran di jam sekolah. "Saya setuju saja. Buat pembelajaran juga bagi anak saya juga," kata seorang pria yang enggan disebutkan namanya.  

Sedangkan seorang siswa yang tertangkap Satpol PP mengaku tidak akan mengulangi perbuatanya lagi. "Tobat. Saya tidak akan mengulanginya lagi," ujar seorang siswa SMK Cokroaminoto yang terkena razia di Gandaria.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved