Publik
Sejak Tempat Ritual Dibangun, Warga Takut Mandi
Tapi, sejak bangunan itu didirikan, sebagian besar masyarakat jadi tidak berani lagi datang untuk mandi.
Penulis: | Editor:
YAHYA Polii, mantan Lurah Kakaskasen I mengungkapkan sebelum tempat ritual itu dibangun di sekitar lokasi mata air Pinawolaan, sangat banyak warga yang datang untuk melakukan aktivitas, mulai dari mencuci pakaian, mandi, hingga untuk keperluan air bersih.
“Tapi, sejak bangunan itu didirikan, sebagian besar masyarakat jadi tidak berani lagi datang untuk mandi dan mencuci pakaian, karena mereka merasa takut,” ujar Yahya kepada Tribun Manado, Kamis (13/9/2012).
Ia juga mengakui banyak warga terutama orang tua yang mengeluh, karena sifat anak-anak jadi berubah karena diduga ikut ritual di lokasi mata air itu. “Memang kerberadaan bangunan itu, sangat mengganggu masyarakat, karena mereka takut jika terjadi apa-apa, lebih baik dibiarkan alamiah saja,” tukasnya.