Razia
Bawa Sajam Said Kena Razia di Pelabuhan Gorontalo
Kepolisian Resort Kota Gorontalo melakukan operasi pekat di Pelabuhan Penumpang Gorontalo.
TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Kepolisian Resort Kota Gorontalo melakukan operasi pekat di Pelabuhan Penumpang Gorontalo. Dari operasi ini ditemukan barang sitaan dua senjata tajam dan 14 orang tanpa kartu identitas penduduk.
Wakil Kepala Polresta Gorontalo, Kompol Rakhmat SIK MH, menuturkan, operasi ini dilakukan rutin di tempat-tempat keramaian termasuk pelabuhan dan terminal.
"Di bulan ini kami akan lakukan selama 20 hari kedepan," ungkapnya kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Gorontalo, Kamis (13/9/2012).
Pantauan tribungorontalo, yang menjadi objek operasi pekat itu adalah Kapal Motor Baronang jurusan Paguyaman Sulawesi Selatan-Gorontalo.
Kedatangan kapal ini di pelabuhan persis pukul 8.18 Wita. Kapal menepi di dermaga, pihak kepolisian dibantu petugas pelabuhan memeriksa barang bawaan para penumpang yang akan turun.
Dari pemeriksaan tersebut, satu di antaranya ada seorang warga Bolaangmondow Utara, Sulawesi Utara bernama Said Alhasni (41), kedapatan membawa senjata tajam golok di tas bawaan.
"Saya dari Paguyaman habis panen cengkeh. Saya bawa perlatan kebun ini (glolok dan tali tambang) untuk dibawa pulang ke Bolmut," ungkapnya.
Mendengar penjelasan hal itu, Kompol Eko Yudyanto, Kabag Ops Polresta Gorontalo, menuturkan, jauh-jauh dari Sulteng membawa senjata tajam ke Gorontalo bukannya tidak merepotkan.
"Kenapa kamu harus bawa-bawa golok, bukannya di Gorontalo itu ada banyak ? Tidak perlu bawa golok tidak apa-apa kan ?," tanya Eko ke Said.
Said pun menjawab, alasannya golok ini bagian alat perlengkapan perkebunan cengkeh di Sulteng. "Saya bawa ini karena ini milik saya. Takut hilang makanya saya bawa," ungkapnya.
Dan atas alasan rasional tersebut, akhirnya Said pun dibebaskan dan diperingatkan agar membawa senjata tajam itu untuk tujuan yang baik diperbolehkan.
"Jangan buat kriminal. Kalau sampai buat kriminal ancamannya pidana," tegas Eko.
Terpisah, Kepala Pembrangkatan dan Kedatangan Kapal Pelabuhan Gorontalo, Aziz Baruadi menuturkan, operasi pekat ini mendadak, pihak kepolisian tanpa ada koordinasi terlebih dahulu ke pelabuhan.
"Saya juga kaget, tiba-tiba ada razia. Tapi bagus juga operasi ini untuk mencegah hal-hal buruk, saya rasa penumpang akan menyadarinya," harapnya.