Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertahanan Militer

Danrem Kritisi Media, Imbau tak Ganggu Stabilitas Keamanan

KOMANDO Daerah Militer VII/Wirabuana Komando Resor Militer 131 Santiago berusaha selalu dekat.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

KOMANDO Daerah Militer VII/Wirabuana Komando Resor Militer 131 Santiago berusaha selalu dekat dengan masyarakat dan insan pers.

Ini dibuktikan dengan adanya senam aerobik dan Coffe Morning di lapangan Makorem Selasa (11/9/2012). Senam ini dimulai dengan pemanasan.

Teriakan satu sampai sepuluh kembali memecah kesunyian di pagi itu. Beragam gaya pemanasan pun menghangatkan suasana pagi yang penuh dengan kebersamaan. Mulai dari membengkokkan leher sampai dengan menekuk kaki dilakoni para peserta. Setelah cukup pemanasan, senam aerobik pun dimulai.

Beragam ekpresi ditunjukkan para peserta. Ada yang bergerak lincah mengikuti kelincahan instruktur. Ada yang nampak tersenyum bahkan tertawa ketika gerakan terasa sulit dan aneh. Teriakan penambah semangat kadang-kadang bergema di tengah semaraknya lagu. "Uh ah....uh ah......"teriak peserta semangat.

Senam sempat berhenti sedikit untuk menganti lagu. Rombe, pelawak kenamaan Sulut yang diundang juga membawa acara dengan gaya kocaknya. Ia sempat menjahili seorang peserta. "Pak tetap fokus ya. Jangan fokus di lain,"ujar Rombe Maklumlah instruktur agak berpakaian seksi.

Lagu kemudian berganti dengan irama dansa. Irama ini menjadi penutup dan sekaligus bagian pendinginan. Gaya senam pun berubah menjadi seperti gaya berdansa. Kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan  Coffe Morning.

Danrem 131/Santiago Brigjen  Johny  Tobing dalam sambutannya saat Coffe Morning mengatakan kegiatan ini sebenarnya kegiatan yang biasa. Prajurit Korem sudah biasa menerima pembinaan fisik. Tapi senam aerobik ini istimewa, "Saya sejak awal sudah berkunjung ke beberapa media massa. Tapi baru kali ini ada ajang  silaturahmi dengan media massa,"kata Tobing

Menurut Tobing, media merupakan yang keempat di luar legislatif, yudikatif dan eksekutif yang memiliki pengaruh yang luara biasa. Pengaruh ini menjadi lebih besar setelah reformasi. "Kami mengadakan pertemuan ini dalam rangka sinergitas. Ini semua demi stabilitas,"ujar Tobing

Kegiatan ini sendiri merupakan ide murni dari Tobing sendiri. Tidak ada program dari pimpinan pusat untuk kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan program kewilayahan.

Tobing kemudian meminta maaf kepada media karena baru bisa melaksanakan kegiatan ini. Ia harus memerhatikan segala hal yang ada di dalam. Kegiatan keluar baru dilaksanakannya saat semua koramil dikunjunginya. Sebelumnya, kegiatan yang bersifat keluar sudah dilaksanakannya dengan pembersihan dan pengecatan pagar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulut. "Kita harus peduli kepada masyarakat. Di sini juga banyak sampah. Coba kalau saya lari pagi, saya lihat banyak sampah berserakan,"imbuh Tobing

 Kegiatan TNI mengecat KONI bukan untuk dipuji. Itu merupakan kewajiban prajurit. "Buat apa disebut tentara rakyat, tentara pejuang dan lain-lain. Prajurit berkewajiban melayani masyarakat . Saya membagikan hand phone kepada tentara di awal kepemimpinan saya  agar mereka bisa menyampaikan apa yang terjadi di masyarakat,"ujar Tobing

Tobing pun tidak luput mengkritisi pemberitaan media. Media memang bukan corong pemerintah. Tapi ia meminta pemberitaan media jangan sampai menganggu stabilitas. "Kalau anggota Korem merampok ya dimuat. Anggota korem saja merampok apalagi masyarakat. Saya tidak membatasi berita. Tapi jangan sampai menganggu stabilitas,"tutur Tobing

Setelah sambutan, kegiatan kembali dilanjutkan dengan persembahan lagu dari Bank Sulut. Alunan lagu yang dibawakan menghantar peserta untuk makan bersama Danrem beserta jajarannya. Setelah makan, Bank Sulut kembali mengutus empat utusan cantiknya untuk menari chaka-chaka. Situasi bertambah semarak karena Tobing pun menyumbangkan suaranya untuk menyanyi menghibur mereka yang hadir. Salah satu lagu yang dibawakan merupakan yang pertama kali dinyanyikan Tobing di Manado. Lagu Manado itu berjudul Detik Terakhir. Tobing dan jajarannya beserta kelompok Bela Tanah Air (BETA) pun sempat menari bersama.

Ketika selesai beracara bersama, Tobing kembali memanggil para wartawan untuk berdialog. Tribun kemudian menanyakan hal yang kongkrit dari hal-hal yang tidak boleh dimuat oleh media massa. Tobing kemudian menunjukkan yang tidak boleh dimuat ialah berita berbau provokatif. "Janganlah dimuat judul berita Tentara Menembak Mati Polisi. Atau juga berita-berita yang lain yang menganggu stabilitas,"tandas Tobing.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved