Kebersihan
'Bank Sampah' SMA 7, Ubah Mental Orang Manado
Ulang Tahun SMA 7 Manado ke- 39 Selasa (11/9/2012) begitu semarak.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO. ID, MANADO - Ulang Tahun SMA 7 Manado ke- 39 Selasa (11/9/2012) begitu semarak. Beragam pertunjukkan mulai dari Tari Kabela sampai dengan Tari Pisok diperagakan oleh siswi-siswinya yang cantik. Begitu pula dengan pemilihan putra-putri terbaik yang di-setting seperti pemilihan putra-putri profesional. Tongkat dan mahkota diberikan bagi mereka yang terpilih menjadi terbaik. Pakta integritas anti korupsi pun dicanangkan.
Tapi dari kesemuanya yang lebih menarik perhatian ialah kado lain yang diberikan sekolah ini. Kado itu bukan kardus dengan pembungkus ukuran 30 x 30 cm dengan pembungkus warna dan pita diatasnya. Kado itu malah berupa bangunan berukuran 5 x 5 m dengan sedikit beton, beberapa tiang bambu dan atap seng. Di sebelah kiri jalan masuk ada beberapa tong yang bertuliskan Kaleng, Botol, Kertas dan Daun. Di bagian tengah ada semacam mesin penggiling. Di rak dekatnya terdapat kompos yang sudah siap dipasarkan. Di sebelah kanan tampak pula daun-daun yang hampir menjadi kompos. Sebuah timbangan berada dekat situ. Meja dekat pintu pun diletakkan ember-ember yang bertuliskan kompos cair.
Nama gedungnya memang tidak semegah bangunannya. Bank memang namanya tapi bank ini bukan untuk lalu lintas uang tapi lalu lintas sampah. Itulah sebabnya bank ini dinamakan bank sampah. Bank Sampah ini menarik perhatian dari wali kota Manado Vicky Lumentut dan wakilnya Harley Mangindaan yang saat tampil dipanggung dalam acara kuis menyampaikan salam istrinya Syeila Kudati, alumnus sekolah itu. Vicky dalam sambutannya juga memberi apresiasi terhadap Bank Sampah ini. "Bank sampah membuat lingkungan bersih dan hijau. Bank Sampah membantu visi dan misi Kota Manado. Termasuk jika itu untuk sampah plastik juga,"kata Vicky. Vicky dan Harley kemudian meresmikan Bank dan melihat-lihat isi Bank Sampah itu.
Kepala Sekolah SMA 7 Mediatrix Ngantung mengatakan sebenarnya visi pribadinya ialah membuat semua sejahtera. Jika semua sejaterah, maka semua akan fokus pada pengerjaaan tugas masing-masing. "Bank Sampah ini ide yang baik. Bahkan bisa jadi akan ada perusahaan sampah.
Keuntungan kami sudah jutaaan di bulan pertama. Bayangkan jika sudah go public. Keuntungan bisa dipakai untuk kesejahteraan warga sekolah,"tutur Mediatrix. Mediatrix melihat ini juga bisa merubah mental anak didik sejak dini. Mereka mulai menyadari pentingnya sampah. Mereka mulai tertarik untuk tidak membuang sampah sembarangan karena ternyata bisa menghasilkan uang. "Pernah ada anak-anak yang berebutan meminta satu kaleng dari wali kelas kelas lain. Wali kelas itu tidak memberikannya karena itu sumber uang bagi kelasnya,"kata Mediatrix.