Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Selatan

Supir Amurang Tenga Minta Perlakuan Sama

uluhan supir Tenga Amurang menyambangi kantor dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom), Kamis (6/9).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Supir Amurang Tenga Minta Perlakuan Sama
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Puluhan supir Tenga Amurang menyambangi kantor dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom), Kamis (6/9).

Kedatangan mereka, untuk menyampaikan keluhan mengenai parkir kendaraan umum yang dianggap merugikan."Kami jalur Tenga Amurang menurunkan penumpang di terminal Amurang, dan saat turun mau muat penumpang di wilayah teguh bersinar, malah dilarang, sementara kendaraan-kendaraan dari jalur lain semisal Amurang Tumpaan dan Amurang Teep malah tidak dilarang," jelas Onal Liow Supir Amurang Tenga.

Ia menambahkan, dengan kondisi seperti itu, mereka merasa dirugikan, karena penumpang mereka direbut oleh kendaraan jalur Amurang Teep ataupun Amurang Tumpaam."Kalau kami tidak ambil di bawah, penumpang tidak mungkin naik ke terminal, sehingga kendaraan jalur lain yang ambil, sehingga kami kekurangan penumpang," ucapnya.

Selain itu, terjadi kecemburuan, pasalnya kendaraan Amurang Tenga dilarang masuk Teguh Bersinar atau kompleks pasar, sementara kendaraan Amurang Tumpaan dan Amurang Teep bisa masuk jalur tersebut."Bahkan mereka menunggu dan menaikkan penumpang di situ, selama ber jam-jam, makanya kami tidak setuju," jelas Alo supir lainnya.

Ia menambahkan, yang menjadi tuntutan adalah perlakuan adil."Kalau trayek lain boleh, kenapa kami tidak boleh juga?" Ungkapnya.

Sementara itu, Izak Rey Kepala Dishubinfokom mengatakan, memang jalur Amurang Teep dan Amurang Tumpaan bisa masuk jalur tersebut."Karena dua jalur tersebut tidak memiliki terminal, jadi mereka hanya putar saja, dan tidak diizinkan ngetem, dan jalur Amurang Tenga memang diharuskan masuk terminal," ucapnya.

Ia juga meminta bantuan dari para supir untuk mengerti, karena memang jalur sementara dalam penataan."Memang saat ini sementara melakukan penataan kota, sehingga trayek juga mendapat dampaknya," ucap dia.

Sementara itu, para supir tetap meminta pemerataan perlakuan."Kalau kami masuk terminal, semua harus masuk terminal, tapi kalau tidak, kami juga harus diizinkan masuk ke teguh bersinar atau pasar," ucap Onal.

Setelah terjadi perdebatan yang a lot akhirnya diambil keputusan, jalan tengah, semua kendaraan angkutan umum, harus masuk ke terminal."Kami putuskan, semuanya harus masuk terminal, dan penumpang naik di terminal, kalau ada barang, nanti dijemput saat hendak berangkat," jelas Izak Rey. (Amg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved