Pemerkosaan

Gadis Belia Ini Nyaris Diperkosa di Rumah Neneknya

Gadis yang masih duduk di kelas 1 sebuah sekolah kejuruan di Kotamobagu ini nyaris menjadi korban perkosaan seorang pemuda asal Aceh

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kekesalan dan amarah masih tampak dari raut muka keluarga NN saat mendampingi gadis berusia 16 tahun tersebut melapor ke Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (7/9/2012). Gadis yang masih duduk di kelas 1 sebuah sekolah kejuruan di Kotamobagu ini nyaris menjadi korban perkosaan seorang pemuda asal Aceh.

"Siapa yang tidak merasa kesal dengan perbuatan pemuda tersebut. Ini menyangkut masa depan dia (NN). Dan, pemuda itu mau merusak masa depan anak yang telah dipelihara dengan baik- baik," ujar seorang pria yang mengaku paman NN saat ditemui di Markas Polres Bolmong.

Dia kemudian mencerikan kejadian berdasarkan pengakuan NN. Pemuda yang kemudian diketahui bernama Hermanto tersebut datang bersama paman NN yang lain ke rumah neneknya di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan  Kotamobagu Timur pada Kamis (6/9/2012) malam. Herman dan sang paman bekerja di sebuah perusahaan sawit di Poigar.

Hermanto bekerja sebagai tenaga survei di perusahaan sawit tersebut dan baru datang ke Bolmong belum lama. Hermanto tinggal di Desa Ambang, Bolaang. Keluarga NN ntak menarih curiga terhadap NN. "Kami sudah biasa menerima teman-teman adik kami," kata dia menambahkan.

Keesokan harinya, seluruh keluarga NN pergi ke rumah duka. "NN tidak diajak karena dia harus sekolah dan masuk siang. Adik kami juga mengajak pemuda tersebut. Namun dia menolak dengan alasan masih harus menyelesaikan laporan untuk perusahaannya," ujar tante NN yang juga ikut datang ke Polres Bolmong.

Berselang sekitar satu jam setelah mereka berangkat ke rumah duka yang berada Desa Bungko, pihak keluarga menerima telepon dari NN. Gadis bertubuh mungil ini mengaku akan diperkosa oleh Hermanto. Seluruh anggota keluarga NN pun terburu-buru pulang ke rumah.

"Pemuda itu masih ada di rumah. Dia hanya mengatakan minta maaf dan mengaku khilaf. Paman-pamanya jelas marah, namun kami memutuskan untuk membawa laporan tersebut ke kantor polisi," ujar Tante NN menambahkan.

Kepada polisi NN mengaku, setelah keluarganya pergi ke rumah duka, dia beres-beres di rumah. Usai menyapu lantai, dia duduk. Hermanto yang sedang nonton televisi kemudian minta sang gadis berdiri. Sesaat setelah berdiri, pemuda tersebut langsung merengkuh tubuh NN dan membawanya ke kamar.

Bibir NN pun pecah akibat usaha Hermanto. Namun, dia berhasil menedang pemuda tersebut hingga keluar kamar. NN kemudian mengunci pintu kamar dan menelepon anggota keluarganya. "Kami langsung pulang," kata sang Tante.

Kapolres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno SIK, melalui KSPK Aiptu Refli Taturu mengatakan tersangka sementara diamankan di Polres Bolmong. "Sementara kami minta keterangan tersmasuk melakukan visum," kata dia.

Penulis: Edi Sukasah
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved