Penculikan Anak
Astaga, Penculik Zahfa Miliki Banyak Nama
Meta, pengasuh yang membawa lari anak Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat.
"Ya, enggak tahu. Di rumah suka dipanggil Eulis, kadang-kadang juga Eneng. Mudah-mudahan segera pulang. Enggak bilang apa-apa, kerja di rumah ibu (Ketua KPID) juga enggak tahu," ujar Umar (55), ayah Popon, yang masih terlihat syok atas kejadian ini.
Ayah Popon yang ditemui di kediaman orangtua Ketua KPID Jabar Neneng Atiyatul Faizia di Gang Abah Emod 72B/210C, nomor 15 RT 06 RW 03 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, terlihat pasrah. Umar pun sempat menyebut satu nama panggilan dari Popon, yaitu Ita.
Di rumah Neneng dan suaminya, Husni F Mubarok, terlihat banyak kerabat dan handai taulan yang bersimpatik atas kejadian ini. Informasi terakhir yang diperoleh keluarga, polisi masih melakukan pengejaran terhadap Meta hingga ke Lembang, bahkan terakhir muncul dugaan Popon menuju ke Jakarta.
Diberitakan sebelumnya, Popon yang baru bekerja 10 hari sebagai babysitter pengganti (infal) membawa Zahfa keluar rumah dengan alasan akan membeli obat ke warung. Sejak itulah Zahfa dan Popon tak kembali. Polisi dan kedua orangtua Zahfa sempat mendatangi rumah kontrakan Meta di daerah Cicaheum. Namun, rumah kontrakan itu kosong.