Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Publik

Kevin Habiskan Tiga Jam per Hari Main Game Online

BISNIS warung internet (warnet) dan game on line memang hampir tersebar di seluruh wilayah Manado.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

BISNIS warung internet (warnet) dan game on line memang hampir tersebar di seluruh wilayah Manado. Tidak kecuali di sekitar kawasan bisnis di pusat Kota Manado, sebuah warnet di seberang jalan kawasan bisnis tersebut.

Warnet itu tergolong kecil dilihat dari luar. Di dalamnya ada empat komputer yang kelihatan aktif dipakai. Tapi yang mengonsumsinya justru yang harus diperhatikan. Ketika Tribun tiba, Selasa (4/9/2012) ada dua remaja yang memakai komputer. Bukan materi pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan lain sebagainya yang di bukan. Bukan pula situs-situ pendidikan yang di buka. Yang sementara dipelototi serius oleh kedua anak baru gede itu ialah game on line.
Seorang yang di sebelah kiri memainkan game Canaan. Sedangkan yang di samping memainkan game Dota. Mereka tampak sibuk dengan dunia itu. Mereka tampak begitu menikmati.

Yang di sebelah kiri tampak mempertujukkan  sekali-kali pertarungan seekor naga dengan beberapa jagoan yang juga ada perempuannya. Sedangkan di sebelah kanan juga memperlihatkan hal yang sama. Tapi dengan layar yang kelihatan lebih jauh.

Sumpah serapah pun dikeluarkan. Seakan-akan  pemain ada ikut ambil bagian di dalamnya. Bahkan kata-kata makian pun selalu muncul. Kevin, siswa kelas 1 SMP Theresia Malalayang kemudian mempertunjukkan keahliannya. "Lihat ya om dia bisa mati sendiri,"ujar Kevin sambil menghentikan aktivititas tangannya dan tampak tokoh virtual antagonis berupa monster naga bersayap putih di layar itu pun mati.

Jawaban mengejutkan kemudian diberikan oleh Kevin, ketika ditanya waktu belajarnya melihat waktu yang terus disediakannya untuk game ini. "Belajar itu hanya di sekolah om. Buat apa belajar di rumah. Kan sudah belajar di sekolah?,"kata Kevin. Kevin mengaku menghabiskan tiga jam sehari untuk game ini. Ia mengaku sudah mencapai babak final untuk game yang sementara ia geluti itu. "Tinggal pengguna yang menginginkan jenis pertarungan yang mana?,"kata Kevin dengan fasih.

Sejurus kemudian tampak beberapa remaja lain sudah masuk dan memenuhi ruangan itu. Situs yang pertama kali dibuka kembali lagi game on line atau situs pergaulan Facebook. Nampak juga seorang remaja perempuan yang hadir di situ. Ia menjadi satu-satunya perempuan di antara semua yang hadir.

Givary, penjaga warnet mengaku warnetnya lebih banyak dikunjungi oleh mereka yang remaja. Remaja ini juga mengatakan ada juga orang dewasa yang  datang tapi tidak seberapa. Dari pengunjung itu, ia mengaku warnet yang dijaganya memiliki pemasukan yang lumayan. "Kami bisa memperoleh Rp 200 ribu per hari dari warnet ini. Ini juga dengan jumlah komputer yang tinggal sedikit. Banyak yang sudah rusak,"ujar mantan siswa SMK yang dihentikan sekolah oleh ayahnya tahun lalu itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved