Renungan Minggu

TUHAN Vs PENCURI (2)

Saat ini kita akan sama-sama belajar tentang hal-hal yang perlu kita lakukan agar benih firman Tuhan tidak dicuri oleh iblis.

TUHAN  Vs  PENCURI (2)
Ist
Ilustrasi.
Oleh : Pdt Honny Supit Sirapanji STh
Gembala Sidang GBI Megamall Manado

(Yohanes 10:10)

MINGGU sebelumnya kita sudah belajar bersama-sama mengenai beberapa hal yang dicuri oleh iblis dari dalam kehidupan orang percaya, dan  hal penting lainnya yang bisa dicuri iblis adalah Firman.

Firman Tuhan adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya, karena  dengan membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan kita bisa memiliki iman, pengharapan dan kasih.

Penyebab benih firman Tuhan itu dicuri dari dalam hidup ini adalah karena hati kita tidak menjadi tanah yang subur sehingga  setiap firman yang di terima tidak bertumbuh dan berakar dalam hati kita.

Saat ini kita akan sama-sama belajar tentang hal-hal yang perlu kita lakukan agar benih firman Tuhan tidak dicuri oleh iblis (Lukas 8:12-14)

1. Ubah hati kita (Lukas 8:12)
Pinggir jalan menggambarkan tempat yang kotor dan tidak pantas ditanami benih, dan kalau hati kita seperti ini maka  tentu tidak pantas untuk menerima benih firman, sehingga setan datang mencuri benih firman itu untuk membuat kita tidak percaya dengan firman.

Untuk mengubahnya kita perlu untuk bertobat dan datang kepada Tuhan. Karena Tuhan tahu apa yang ada didalam hati kita (Yohanes 2:25) dan Dia mau mengubah hati kita. Saat kita datang kepada Tuhan, kita akan diberikan air jernih yaitu Roh kudus (Yeheskiel 36:25) yang akan menginsafkan kita dari dosa (Yohanes 16:7-8). Tuhan akan mengubahkan hati kita dan memberikan kepada kita hati yang baru (Yeheskiel 36:26), sehingga  segala sesuatu akan berubah menjadi baik dan  Tuhan akan mengembalikan citra Allah dalam hidup kita (2 korintus 3:18)

Dampak dari perubahan  hati  yaitu kita bisa menerima benih firman Tuhan dan hidup sesuai dengan ketetapan Tuhan (Yeheskiel 36:27), diam di negeri dan mendapat pengakuan dari Tuhan untuk menjadi umat Tuhan(Yeheskiel 36:28) selanjutnya Tuhan akan memberkati kehidupan kita dengan berkat yang memberi ketenangan.

2. Buanglah batu (Lukas 8:13)
Tanah yang berbatu-batu menggambarkan tempat yang tidak siap untuk ditanami benih. Saat hati kita tidak siap, maka setiap firman yang kita dengarkan tidak dapat  berakar, dan hal itu membuat iman kita lemah. Setan mempergunakan hal ini untuk membuat kita murtad.

Dampaknya dari keadaan ini adalah: yang pertama, kita menjadi orang Kristen yang selalu kompromi dengan hal-hal duniawi karena takut dikucilkan oleh orang-orang sekitar (Yohanes 9:22;12:42). Yang kedua, Kita mudah jatuh kedalam dosa. Disaat masalah itu datang, firman yang pernah kita baca tidak bisa teraplikasi dengan baik.

Belajar dari kisah dalam Alkitab, Kain adalah contoh orang yang hatinya keras dan tertutup bagi firman Tuhan (Kejadian 4:5-8). Jika kita menutup hati kita rapat-rapat, maka kita tidak akan mengindahkanNya sekalipun Tuhan yang berbicara langsung kepada kita.

Untuk bertumbuh kuat kita harus berakar yang dalam, demikian juga dengan iman kita. Karena itu mari kita membuang batu-batu atau kekerasan hati yang mungkin kita miliki, sehingga benih firman itu dapat bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan.

3. Singkirkan onak duri (Lukas 8:14)
Benih yang jatuh ditengah semak duri ibarat orang yang suka mendengar firman tapi hatinya kuatir tentang hidupnya. Mereka lebih memilih untuk hidup secara duniawi, sehingga setan dengan mudah menghimpit mereka dengan intimidasi dan tipu muslihat yang membuat hidup mereka tidak berbuah.

Mari kita mengubah hati,  membuang batu-batunya yaitu kekerasan hati , serta menyingkirkan semak duri yang bisa menghimpit pertumbuhan iman kita, sehingga benih itu bisa tumbuh dan menghasilkan buah bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin

Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved