Bencana Alam
Dua Korban Longsor Ditemukan
Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam lamanya dari malam hingga pagi, Kamis (30/8/2012).
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam lamanya dari malam hingga pagi, Kamis (30/8/2012), tim gabungan dari Basarnas Manado, TNI, Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) serta warga setempat berhasil mengevakuasi ketiga korban dari timbunan tanah.
Ketiga korban itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Grace Kaat, pemilik kedua rumah itu ditemukan pukul 02.34 Wita. Ia ditemukan dalam keadaan tertelungkup di suatu bagian yang berdampingan dengan dapur rumah. Waktu ditemukan, ia memakai baju berwarna merah.
Sedang dua korban lainnya, masing - masing Audi R Lumonon (40) warga Desa Mapanget Kecamatan Talawaan Minut dan Ongen Naitubessi (22) warga yang kos di Kelurahan Bumi Nyiur Lingkungan V Kecamatan Wanea ditemukan pukul 10.22 Wita. Keduanya ditemukan tidak jauh dari dari posisi Grace berada sebelumnya.
Tim Sar lebih dulu melihat Ongen. Tanah dan batu pun dibongkar dan ternyata, Audi juga ada di situ. Jarak antara keduanya kurang lebih satu meter. Saat ditemukan, Ongen mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam. Sedang Ongen tidak terlalu jelas apa yang dikenakan, karena seluruh badannya ditutupi tanah.
Audi, diidentifikasi melalui KTP yang ditemukan seorang aparat TNI dari dalam saku korban, sedang Ongen diketahui adalah penghuni kos di rumah itu. Selain KTP, tim juga menemukan sebuah Hp bermerk Nokia yang diduga milik Audi. Keduanya langsung dibawa di RS Kandou untuk di visum.
Meski ketiga korban telah ditemukan, namun tim tetap meneruskan pengerjaan guna membersihkan lokasi dari material tanah dan batu serta mencari barang - barang milik korban.
Danramil wilayah Wanea Karombasan, Kapt Inf Jackson Kakahis menyatakan upaya pencarian korban dilakukan sejak Rabu pukul 19.47 oleh tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas. "Kami telah amankan lokasi," tuturnya.
Pengerjaan menggunakan alat manual, meski sempat juga digunakan eskavator dari Pemkot Manado. Hanya saja Eskavator itu hanya mengadakan pengerjaan hingga pukul 03.00 Wita. "Alasannya habis bahan bakar," sebutnya.
Pengerjaan pun dilakukan lagi pukul 08.00. Meski ketiga korban telah dikeluarkan, namun pencarian akan terus dilakukan. Keadaan dikatakan aman, bila seluruh material berhasil diangkat. "Bisa saja masih ada korban yang tertimbun," tuturnya.
Sedang Kapolsek Urban Wanea Alfaris Pattiwael menyatakan, aparatnya telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Sementara itu, pantauan Tribun di lokasi terlihat bagaimana parahnya keadaan ke dua rumah itu. Rumah satu lantai yang di sewa oleh karyawan 21 Ekspress, serta bangunan kecil milik ibu kos yang menyambung rumah itu dengan rumah kos habis tak bersisa.
Rumah kos berbentuk rumah adat Minahasa itu sendiri masih berdiri tapi nyaris ambruk. Bunyi "krek" sering terdengar dari dalam rumah. Area sekeliling rumah itu telah di pasangi police line. Aparat yang bersiaga melarang siapapun untuk masuk ke rumah itu.
Meski begitu, masih ada juga penghuni kos yang ingin masuk untuk mengambil barang - barang yang masih tertinggal di dalam. Seorang bapak tampak menerobos garis berwarna kuning itu.
Beberapa menit kemudian, ia keluar sambil menggenggam Alkitab. "Hanya ini yang bisa saya bawa," katanya. Para penghuni yang berjumlah belasan orang itu, kini tertampung di gereja yang ada di depan rumah kos dan rumah - rumah penduduk.