Tapal Batas
Lurah Tendeki Sedih Lihat Kondisi Warga
Sebagai lurah saya kasihan warga Tendeki yang masuk Desa Rok-rok Tontalete Kecamatan Kema Minut.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
DI Tengah-tengah penolakan sejumlah warga atas Kelurahan Tendeki atas putusan Pemerintah Provinsi Sulut atas tapal batas Tendeki Rok-rok, membuat persaan seorang wanita bernama Ivone Hermawan sedih.
"Sebagai lurah saya kasihan warga Tendeki yang masuk Desa Rok-rok Tontalete Kecamatan Kema Minut," kata Ivone. Menurutnya kondisi tersebut akan mempersulit warga menjangkau kantor Kecamatan yang jauh untuk mengurus adminstrasi kependudukan dan lainnya. "Otomatis mereka lebih jauh dalam mengurusi administrasi dan harus mengeluarkan biaya ekstra dalam menjangkau kantor Kecamatan Kema yang jaraknya sekitar 20 Km dari Tendeki," tuturnya.
Dia menilai saat ini situasi dan kondisi di Kelurahan Tendeki maupun Desa Rok-rok Tontalete Kecamatan Kema Minut panas. "Yah, memang sekarang lagi panas, namun kami selaku aparat pemerintah selalu melakukan kunjungan langsung pada warga dan bisa diredam permasalahan yang nantinya akan dan yang sudah ada," kata dia. Ia pun berbagi cerita bagaimana bisa mengatasi permasalah yang diterjadi di wilayah yang ia pimpin. "Untuk meredakan masyarakat bisa, namun kalau ada tapal batas tanpa sepengetahun kami akan jadi masalah. Kami selalu melakukan pendekatan kepada pembinaan agar jangan sampai terjadi kekerasan, kalau mo iko mau ada kekerasan," tandasnya