Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Ikan Tuna Naik

Sektor Perikanan Jenis Tuna dan Nila dalam Kondisi Baik

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bitung Hengky Wowor, mengatakan untuk harga jual ikan jenis Tuna saati ini sangat tinggi.

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bitung Hengky Wowor, mengatakan untuk harga jual ikan jenis Tuna saati ini sangat tinggi.

"Setiap kapal dengan kapasitas mesin 5 GT ketika kembali membawa ikan diatas 10 ekor per perahu yang harga jualnya Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram untuk kualitas A," terang  Wowor.

Menurut adik kandung Alex Wowor yang menjabat kepala Kapet Manado Bitung ini, dengan harga seperti itu banyak pengusaha ikan Tuna di Bitung bergairah untuk mengembangkan bisnis tersebut. "Dari data yang ada untuk nelayan ikan tuna di Kota Bitung mencapai 2.000 orang," tambahnya.

Lanjut dia, untuk ikan jenis Tuna dari kota Bitung sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia. "Seperti ke Filipina, Jepang dan negara lainnya," kata dia. Sementara itu jenis ikan yang mengalami kenaikan produksi adalahj ikan Nila, dimana nilai produksinya 97 ton pada tahun 2011.

"Dengan harga sekitar Rp 18 ribu, tergantung harga pasar. Kalau dibeli secara borongan akan mencapai Rp 20 ribu perkilo," ujarnya. Untuk masa panennya sendiri setiap tiga bulan sekali, tergantung bibit yang diberikan oleh para peternak ikan Nila.

"Kami berupaya bibit yang kualitasnya baik, agar bisa membibitkan sendiri, sehingga hasilnya baik dari pada membangun unit perbenihan," jelasnya. Dia menilai untuk mengembangkan sektor ikan Nila sendiri memmerlukan anggaran yang sangat besar. "Belum lagi cari lahan dan pembangunannya. Cari bibit unggul susah, makanya kami berupaya belajar membibitkan sendiri," terangnya.

Di kota Bitung sendiri untuk wilayah yang memiliki potensi pengembangan ikan Nila tersebar di Kecamatan Matuari dan Ranowulu. "Yakni di Kelurahan Kumersot, Karondoran, Apela, Sagerat, Tendeki dan Danowudu. Dengan besar lahan secara keselurahan sekitar 41 hektar dengan 30 kelompok," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved