Bunuh Diri

Pria 33 Tahun Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Udin, biasa Syamsudin dipanggil ditemukan tak bernyawa dalam kamar tidurnya dalam posisi tergantung.

Pria 33 Tahun Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
NET
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Warga yang bermukim di Kelurahan Bumi Beringi Lingkungan IV, Kecamatan Wenang gempar, Rabu (22/8). Mereka dikejutkan dengan penemuan jasad Syamsudin Pantouw (33), tetangga mereka, kemarin siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Udin, biasa Syamsudin dipanggil ditemukan tak bernyawa dalam kamar tidurnya dalam posisi tergantung.

Jasad Udin pertama kali ditemukan tetangganya, Edi Tumuran (58).  Edi mengaku kaget bukan kepalang saat memasuki rumah korban dan melihat tubuhnya telah tergantung dengan seutas sobekan kain warna merah motif putih.  "Saya mau cek keadaannya karena sebelumnya dia mengamuk karena penyakitnya kambuh," ujar Edi sambil menjelaskan korban memang memiliki rekam jejak penyakit ganguan kejiwaan.

Edi mengatakan sebelum meninggal korban yang setiap harinya diberinya makan bersama tetangga lainnya ini. Korban pada pagi harinya datang kepadanya meminta air untuk membuat kopi. Namun sekitar pukul 09.00-11.00, terdengar suara Edi sedang mengamuk. "Ia sering mengamuk, tadi pagi ia baru saja mengamuk," sebutnya.

Begitu memasuki rumah Udin yang bersebelahan dengan rumahnya, Edi melihat seisi rumah dalam keadaan porak poranda. Udin saat itu tidak ada di ruang depan. Ia pun mahfum.

Melewati puing tripleks dari dinding yang dipukul - pukul Udin sebelumnya, ia pun berjalan menuju kamar dengan harapan Udin ada di situ. Kain penutup kamar di sibak, Edi pun terkejut. Di dalamnya tampak tubuh Udin tergantung di dalam kamar. Seutas tali menjerat lehernya erat - erat.
Kagetm ia pun langsung ke luar dan memberitahu para tetangga. Tak hitung tiga, rumah itu langsung dipadati warga setempat.

Di mata Edi, Udin adalah anak yang pendiam dan ramah. Hanya saja bila kambuh, ia sukar dihentikan.Edi menuturkan hampir lima tahun di tinggal bertetangga dengan korban, dia menganal sosok korban terkenal baik namun penyakit kejiwaannya yang  membuat korban mulai dihindari warga sekitar. Menurutnya saat kondisi normal korban baik namun ketika penyakitnya kambuh maka korban selalu merontah-rontah dan merusak rumahnya. "Kalau dia minum obat, dia baik kalau tidak seperti tadi (mengamuk)," kenang Edi.

Katanya, pria lajang ini sudah seminggu memang seorang diri di rumahnya, ditinggal ibu yang melarikan diri karena sering dipukul. Sedangkan sang sang adik, Somad sudah dua pekan keluar rumah. "Somad juga seperti dia (kurang waras). Ibunya saya dengar sudah dua hari di Palu dengan saudaranya jadi seminggu ini dia sendirian," jelas Edi

Edi mengungkapkan korban pada Senin (20/8) mengatakan kepadanya akan bunuh diri. Begitu pun kepada warga lainnya Udin mengungkapkan hal yang sama. Dia tidak menyangka Udin melakukan hal nekat itu.

Pantaun Tribun Manado, peristiwa tersebut sempat menghebokan warga sekitar dan langsung berbondong-bondong menyaksikan kejadian tersebut. Tampak rumah korban tidak terawat dan penuh kerusakan akibat amukan korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasa di tubuh korban usai di identifikasi.

Kapolsek Urban Wenang Kompol AV Montung membenarkan telah terjadinya peristiwa tersebut namun keluarga menolak untuk di otopsi. "Keluarga menolak untuk diproses hukum," kata Montung

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved