Bulan Ramadan
Rukyat di Manado tak Lihat Hilal, Muhammadiyah-NU Lebaran Bersamaan
Tim Rukyat tak bisa melihat hilal selama pengamatan yang berlangsung sejak pukul 17.49 hinngga 18.11 Wita.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara dan ormas Islam menggelar rukyatul hilal di Megamall Manado lantai empat, Sabtu (18/8/2012).
Tim Rukyat tak bisa melihat hilal selama pengamatan yang berlangsung sejak pukul 17.49 hinngga 18.11 Wita. "Bulan tak terlihat karena awan tebal di ufuk," kata Muh. Rusdi Musanip, personel rukyat Kemenag Sulut.
Saat itu posisi hilal pada 5 derajat 28 menit sekian di atas ufuk. Jarak hilal dari matahari, 8 derajat 7 menit dan 14,32 detik. "Hilal berada di belahan utara khatulistiwa, selatan dari matahari," jelas Musanip.
Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Sya'ban Mauluddin MPdI mengatakan, hasil rukyatul hilal dilaporkan ke Majelis Isbat di Jakarta. Sidang Isbat akan digelar Sabtu petang pukul 18.00 WIB. "Sidang Isbat ini akan menetapkan kapan 1 Syawal, hari lebaran," kata Mauluddin melalui Kasubag Hukmas dan KUB, Evangeline Cynthia Sepang SPAK MSi.
Ali Masharyanto, Ketua Lajnah Falakiyah Nadhatul Ulama (NU) Sulut mengatakan, meskipun hilal tak kasat mata, namun berdasar posisinya, bisa disimpulkan 1 Syawal jatuh pada Minggu 19 Agustus 2012. "Besar kemungkinan besok (19 Agustus), karena hilal sudah di atas dua derajat di atas ufuk," jelasnya.
Dengan demikian, diperkirakan lebaran tahun ini akan dirayakan bersama-sama seluruh umat muslim. Beberapa tahun terakhir, terjadi perbedaan soal penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan NU.
Khusus tahun ini, lebaran dirayakan serentak tepat 19 Agustus. Sebelumnya, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu 19 Agustus.