Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bulan Ramadan

Sambut Idul Fitri Dengan Kesederhanaan

Jika dilaksanakan satu bulan penuh, maka akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah SWT.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

IDUL Fitri 1433 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi harus dijadikan bahan bagi umat muslim untuk merenungkan diri mengenai ibadah puasa yang dilaksanakan selama satu bulan penuh. Apakah telah sesuai dengan aturan yang ketentuan oleh Allah SWT.

"Jika dilaksanakan satu bulan penuh, maka akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah SWT, yaitu jika seluruh puasanya diterima, maka dosa satu tahun sebelumnya akan dihapuskan " ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) KH Fauzi Nurani, Selasa (16/7/2012).

Nurani menambahkan Idul Fitri merupakan bagian umat muslim untuk melakukan perubahan, baik itu pribadi, masyarakat maupun daerah. Namun demikian perubahan bisa diwujudkan ketika merayakan Idul Fitri dengan ikhlas dan sederhana. Tidak bermewah-mewahan maupun menghambur-hamburkan uang.

"Hal ini karena Allah SWT mengajarkan kita untuk hidup hemat dan sederhana, tanpa memandang Idul Fitri dengan segala yang serba baru, tapi lebih menitik beratkan kembali ke fitrah sebagai seorang muslim," ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Yang selalu merayakan Idul Fitri dengan penuh kesederhanaan, sebab yang terpenting dalam puasa adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dan puncaknya pada saat Idul Fitri, karena telah berhasil mengendalikan hawa nafsu. "Sebab saat ini umat muslim dalam menyambut Idul Fitri lebih banyak bersifat seremonial belaka, dibandingkan merenungkan makna terdalamnya," tuturnya.

Selain itu, hendaknya umat muslim di Sulut ini menjadikan momen Idul Fitri untuk meningkatkan tali persaudaraan sesama warga. Meningkatkan terus toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin dengan baik. "Hal ini yang sangat penting dilakukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Hal ini karena Sulut menjadi contoh begitu baiknya hubungan antar umat beragama, dibandingkan dengan daerah lain. "Rasa hormat menghormati, harus terus terjaga dengan baik. Jangan sampai isu-isu yang menyesatkan membuat toleransi menjadi renggang," ujarnya.

Selain itu, hendaknya umat muslim juga lebih peka terhadap saudara-saudaranya yang hidup dibawah garis kemiskinan, dengan memberikan zakat, infak maupun sedekah sesuai dengan yang diperintah Allah SWT. Dengan kepekaan tersebut diharapkan jurang pemisah antara si miskin dan kaya tidak semakin jauh, melainkan semakin dekat.

"Untuk apa harta berlebihan, sebab dihadapan Allah SWT yang membedakan manusia hanyalah iman saja," tutur Nurani.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved