Tapal Batas
Bolmong-Bolmut Berebut Sumber Daya Alam di Perbatasan
Kalau mengikuti klaim Bolmut, bisa-bisa wilayah hutan milik Bolmong menyusut sangat besar.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Tidak hanya dengan Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), pelacakan batas wilayah antara Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dengan Bolmong Utara (Bolmut) juga telah muncul bibit permasalahan.
Setelah terhenti di daerah Bakan karena belum adanya kesepakatan antara Bolmong dan Bolsel, Dirjen Pemerintah Umum (PUM) Kementrian Dalam Negeri melalui Konsultan Geotrap kemudian beralih ke perbatasan antara Bolmong dan Bolmut.
Namun, menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setdakab Bolmong Jemmy Sako, permasalahan antara Bolmong dan Bolmut terkait dengan kawasan hutan yang berada di daerah Sangkub.
"Kalau mengikuti klaim Bolmut, bisa-bisa wilayah hutan milik Bolmong menyusut sangat besar. Saat ini, masing-masing daerah terus mencoba komunikasi," ujar Jemmy saat bersua di Kantor DPRD Bolmong, Senin (7/8/2012).
Lahan hutan tersebut menjadi rebutan lantaran kekayaan sumber daya alam yang dikandungnya. Jemmy mengatakan, di dalam perut bumi yang berada di areal hutan tersebut diduga memiliki kandungan emas.
Konsultan Geotrap akan menegaskan batas wilayah antara Bolmong dan Bolmut. Untuk koordinat antara Bolmong dan Bolmut panjang segmen perbatasan 39,4 kilometer dengan jumlah pilar atau patok yang akan dipasang sebanyak 26 titik.
Penegasan batas wilayah dan pemasangan patok juga akan dilakukan antara Bolmut dan Bolsel. Tidak seperti dengan Bolmong, panjang segmen antara Bolmut dan Bolsel relatif lebih pensek yakni 12 kilometer. Jumlah pilar yang akan dipasang antara dua wilayah hasil pemekaran Bolmong tersebut sebanyak tiga titik.