Renungan Minggu

Pdm Samuel Lengkong STh : Ada Kesempatan

'Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.' (Amsal 24:16)

Pdm Samuel Lengkong STh
Pelayanan GPdI Bukit Sion Patar

'Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.' (Amsal 24:16)

Kegagalan merupakan sesuatu peristiwa yang tak dapat dihindari. Di berbagai bidang kehidupan, baik dalam bisnis, pelayanan maupun dalam hubungan dengan sesama. Sehebat apapun manusia, pada satu titik pasti pernah mengalami kegagalan.

Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak mudah putus asa bila mengalami kegagalan karena semuanya masih belum berakhir.

Rancangan Tuhan tidak pernah berakhir hanya karena sebuah kegagalan. Tugas kita adalah menghadapi kegagalan dengan pikiran positif dan percaya bahwa hal itu merupakan langkah awal untuk kita melangkah meraih kesuksesan.

Tanpa kegagalan tidak ada pembelajaran yang berarti. Kita juga perlu meyakinkan diri bahwa kegagalan yang terjadi tidak berarti membuat kita gagal untuk selamanya.

Seberapa sering kegagalan yang kita hadapi, milikilah semangat untuk terus bangkit karena di dalam Tuhan masih ada harapan. Bahkan kita tahu bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.

Mencari Tuhan adalah keputusan yang tepat ketika kita mengalami kegagalan. Dialah yang mampu mengubah kegagalan menjadi kemenangab.

Ingatlah saat Petrus belum bertemu Tuhan, ia mengalami kegagalan dalam menjala ikan, tetapi saat bertemu Tuhan hidupnya berubah dan ia mengalami keberhasilan.

Saat kita mengalami kegagalan baik dalam pekerjaan atau pun bisnis, jangan kita menjadi terpuruk. Tetaplah bangkit, maju meraih kemenangan. Jangan membuang waktu dengan terus menerus menyesali keadaan. Kondisi tidak akan berubah kalau kita tidak bertindak dan melakukan sesuatu yang benar.

Tuhan sanggup mengubah kegagalan menjadi kemenangan. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan batu loncatan menuju keberhasilan. Percayalah, bersama Tihan kita dapat menanggung segalanya, sebab di dalam Dia, harapan selalu tersedia.

Dimana ada masalah, disana terdapat peluang. Berkali-kali bangsa Israel dilanda krisis. Salah satu krisis yang paling dramatis adalah saat Musa mengutus dua pengintai. Sepuluh orang bersikap skeptis dan hanya dua orang yang optimis.

Pihak yang skeptis berkata bahwa mereka tidak mungkin mampu menghadapi penduduk yang mendiami Kanaan, sementara pihak optimis meyakini pembelaan Tuhan.

Sikap skeptis dan meragukan kuasa Tuhan tidak cukup membangkitkan optimisme mereka ketika harus berhadapan dengan penduduk asli Tanah Perjanjian. Mereka sedang dilanda krisis iman. Mereka tidak mampu melihat bahwa penyertaan dan janji kemenangan telah Allah sediakan.

Setelah mendengar keluhan kaum skeptis, Yosua dan Kaleb justru mampu membuat kesimpulan berbeda. Memang, mereka tidak mengabaikan fakta kekuatan dari penduduk Kanaan, namun pada sisi lain mereka sangat yakin akan penyertaan Tuhan, seperti yang telah mereka alami selama ini.

Orang pesimis sering hanya melihat diri yang lemah, miskin, tak berkemungkinan. Namun orang optimis, melihat kemungkinan lain di tengah keterbatasan dirinya. Bagaimana dengan Anda? Mari kita kerjakan tanggungjawab hari ini dengan optimisme tinggi, sebab Tuhan beserta kita. AMIN.

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved