Minahasa Utara
Aspal di Gunung Potong dan Langoan sudah Berlubang
Jalanan di Minahasa Tenggara (Mitra) lebih rusak dari hari ke hari. Kerusakan ini membuat pengguna jalan
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Jalanan di Minahasa Tenggara (Mitra) lebih rusak dari hari ke hari. Kerusakan ini membuat pengguna jalan menjerit lantaran tak ada jalan alternatif untuk keluar dari Mitra.
"Mau lewat Langoan atau Amurang sama saja hancur semua jalannya, di Ratahan rusak, di Lobu Toulaan juga hancur," keluh Gerald warga Malalayang kepada Tribun Manado (5/8).
Ia berharap perhatian Pemerintah Provinsi Sulut untuk perbaikan di Mitra mengingat status kepemilikan jalan. Namun ia juga berharap lobi aktif dari jajaran Telly Tjanggulung.
"Ibu Bupati harus lebih aktif lagi melancarkan lobi ke pihak Provinsi, supaya masyarakat tak hanya mengeluh jika lewat jalan ini," tambahnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh Rosalin, warga Jakarta kelahiran Liwutung yang datang berlibur ke kampung halaman. Ia tak menyangsikan pembangunan Mitra yang jalannya sudah lebar, namun ia berharap jalanan yang rata.
"Sejak saya berangkat dulu belum pemekaran, masih kecil jalannya, sekarang sudah lebar, tapi wah rusak sekali ya," ujarnya.
Saat di Pangu, ia bahkan bergaya sopir di Amerika Serikat karena dari arah Ratahan ke Langoan di sebelah kiri jalanan rusak.
"Wah kalau di Pangu seperti di USA karena harus ambil jalan lajur kanan, rusak sekali jalannya," tambahnya.
Keluhan akan kerusakan jalan di Ratahan juga dikeluhkan Abet, pengemudi Belang - Langoan. Ia mengaku walau berganti-ganti penumpang setiap harinya, namun keluhan mereka selalu sama.
"Semua penumpang saya selalu mengeluhkan jalan rusak ini, apalagi saya yang tiap hari bisa berkali-kali pergi pulang Belang - Langoan harus lewat Lowu sampai Pangu," ujarnya.
Namun menurutnya, ada kejanggalan perbaikan jalan yang ia rasakan di area Minahasa, tepatnya di perbatasan gunung potong dan di Langoan.
"Jalanan disana baru hitungan minggu tapi sudah rusak, mengapa begitu ya? Padahal ini anggaran miliaran," tukasnya.(uke)