Tunjangan Hari Raya

Dinsosnaker Kotamobagu Keluarkan Surat Edaran terkait THR

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kotamobagu mengeluarkan surat edaran bagi perusahaan-perusahan yang beroperasi di Kotamobagu

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kotamobagu mengeluarkan surat edaran bagi perusahaan-perusahan yang beroperasi di Kotamobagu memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada masing-masing karyawanya tepat waktu.

"Kami sudah menyampaikan surat edaran tersebut kepada 215 perusahaan yang terdaftar di dinas," ujar Kepala Dinsosnaker Kotamobagu Rukmini Simbala saat dijumpai di kantornya, Jumat (3/8/2012).

Dikatakan, surat tersebut edaran tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE.05/MEN/VII/2012 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar. Surat edaran tersebut juga mengacu pada undang-undang ketanagakerjaan.

Berdasarkan surat edaran tersebut, pembayaran THR bagi pekerja atau buruh ini diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayaraannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing. THR tersebut dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Bagi pekerja yang sudah bekerja selama setahun, maka berhak mendapatkan THR sebesar satu bulan gaji. Rukmini juga menjelaskan, perusahaan wajib untuk memberikan THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan atau lebih. "Bagi yang masa kerja tiga bulan diberikan secara proporsional," katanya.

Dia menambahkan, pembayaran THR ini wajib dilaksanakan secara konsisten sesuai peraturan agar tercipta suasana hubungan kerja yang harmonis dan kondusif di tempat kerja. "Dengan surat edaran ini, kita ingatkan dan tegaskan kembali bahwa pembayaran THR merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja atau buruh," katanya.

Saat ini, tercatat 1.885 karyawan yang bekerja di 215 perusahaan. "Perusahaan tersebut dalam kategori kecil, sedang dan besar. Namun perusahaan yang beroperasi di Kotamobagu kebanyakan pertokoan," kata dia.

Sejauh ini, kata Rukmini, belum ada keluhan yang masuk dari perusahaan atau keryawan. "Jika memang ada laporan, kami tentu saja akan tindak lanjuti. Namun sejauh ini belum ada satu pun laporan masuk," kata dia.

Penulis: Edi Sukasah
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved