Pemerkosaan

Siswa SMP Nyaris Diperkosa di Mobil

NL alias Nona, siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di kota Manado diculik dan Nyaris di perkosa oleh FLL

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - NL alias Nona, siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di kota Manado diculik dan Nyaris di perkosa oleh FLL alias Frans (35) warga Pakowa lingkungan I, pada Rabu (1/8/2012) sekitar pukul 07.30 Wita.

Gadis berusia 12 tahun ini tampak pucat  saat keluar dari mobil tersangka usai ditolong oleh polisi dan warga di kelurahan Teling Atas tepatnya jalan 14 Februari di pertigaan depan Rumah sakit Adven. Nona tampak trauma dengan peristiwa yang baru saja dialaminya tersebut. Tidak banyak kata yang diucapkan gadis asal desa Warembungan, Minahasa ini saat dimintai keterangan.

Nona yang didampingi kedua orang tuanya mencoba menjelaskan semua kronologi kejadian yang nyaris saja merenggut nyawa dan kesuciannya. Kedua orangtua korban tampak kesal  dan membentak-bentak tersangka karena perbuatannya terhadap anak mereka.

Nona menceritakan pagi itu seperti biasa dirinya pergi ke sekolah yang terletak di Jalan 14 Februari teling di bagian belakang kantor Gubernur. Dengan menggunakan angkutan kota dirinya turun di jalan 17 Agustus samping kantor gubernur. "Saat di lorong samping kantor Gubernur, dia datang dan tawarkan naik mobilnya. Katanya, minta tolong mau diantarkan ke sekolah karena ingin memberikan surat kepada siswa bernama Anjel. Pikiran saya langsung kosong lalu naik ke mobilnya" ujar Nona dihadapan Polisi.

Namun ternyata mobil Avansa DB 4785 AK warna silver yang dikendarai tersangka tidak berhenti di depan sekolahnya malah memutar di lorong lainnya menuju ke jalan 17 Agustus menuju lampu merah jalan babe palar- 14 Februari dan menuju arah kelurahan Tingkulu. "Di SMAN 7 dia bilang sudah mengikuti saya dari Winangun. Lalu dia membuka retsleting celananya (beronani)," jelas Nona.

Nona menuturkan dalam perjalanan dirinya berusaha keluar namun selalu dicegah tersangka. Bahkan dirinya sempat ditodong pisau stanlees dan mengancam jika berteriak akan diperkosa. "Dia tampar saya dan bilang. Kamu mau seperti nasib Anjel yang saya perkosa," ucapnya pelan.

Usai (Maaf) beronani tersangka mengemudikan mobilnya kembali ke arah Teling dan beralasan akan mengantar korban ke sekolahnya. Namun di tengah perjalanan warga melihat korban yang terus berteriak dan menggaruk kaca mobil.

"Saat itu saya sedang menelpon istri saya dan melihat anak gadis yang masih berseragam sekolah sambil berteriak adan menggerakkan kedua tanganya. sehingga saya langsung menghidupkan sepeda motor dan mengejar," ujar Jemmy Walujan

Jemmy mengatakan saat berada di simpang tiga depan RS Adven disitu pelaku telah dicegat warga lainnya dan beberapa polisi yang bertugas di jalan pagi itu."Saat polisi membuka pintu  mobil, Dia (Korban) langsung turun dan memeluk polisi sambil terus menangis ketakutan," ujar Jemmy.

Kapolsek Urban Wanea Kompol Alfaris Pattiwael membenarkan adanya kejadian tersebut dan tersangka telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dia menjelaskan tersangka kemungkinan akan dijerat dengan  UU perlindungan anak, KUHP terkait pidana cabul maupun
percobaan pemerkosaan. "Sementara pelaku diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Pattiwael.

Sementara itu, tersangka Frans saat ditemui di Mapolsek Wanea tidak menampik perbuatannya. Pria yang telah ditinggalkan istrinya hampir 3 tahun ini berdalih saat itu dirinya memang mencari seorang gadis bernama Anjel yang berasal dari Winangun sehingga dirinya menunggu di tempat korban turun. "Saya mau mengantar dia kembali ke sekolah namun dia terus berteriak," ujar pria yang mengaku konsultan BPKB di Samsat Minut sambil terus menundukkan kepalanya.

Penulis: Aldi
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved