Kehutanan
Dishut Minsel Akui Kurang Maksimal Jaga Hutan
Dinas Kehutanan (Dishut) Minahasa Selatan belum maksimal dalam menjaga kawasan hutan.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Dinas Kehutanan (Dishut) Minahasa Selatan belum maksimal dalam menjaga kawasan hutan dari tangan penebang liar yang tidak betanggungjawab.
Hal tersebut diakui oleh Kadishut Saul Buisang, kepada Tribun Manado, Selasa (31/7/2012)."Memang kinerja kami belum maksimal dalam menjaga hutan, karena personil kami sangat kurang," jelas dia.
Kekurangan personil yang dimaksud adalah tenaga penyuluh kehutanan dan polisi kehutanan (Polhut).
Dari jumlah yang ada, khusus untuk tenaga penyuluh, Minsel masuh membutuhkan ratusan tenaga."Sekarang yang ada hanya 4 orang, sementara sebenarnya tiap desa harus ada satu tenaga penyuluh," tuturnya.
Tenaga penyuluh diperlukan agar ada wadah konsultasi masyarakat, dan bertugas melakukan sosialisasi mengenai hutan kepada masyarakat."Mereka bisa jadi layaknya konsultan kehutanan," ujarnya.
Sementara itu, untuk Polhut juga masih membutuhkan ratusan tenaga."Minimal satu Polhut menjaga 500 hektare kawasan hutan, sementara hutan yang ada di Minsel memiliki luas sekitar 53 ribu hektare," jelasnya. Itu berarti dibutuhkan 106 orang Polhut untuk menjaga kawasan hutan Minsel.
Jumlah yang dimiliki saat ini sangat minim, sehingga tidak memungkinkan hutan terjaga maksimal."Tidak heran kalau banyak illegal loging di mana-mana," tuturnya.
Kebutuhan terhadap Polhut, seharusnya menjadi perhatian pemerintah, meski sebagian dulu pemenuhannya, setidaknya bisa mengoptimalkan penjagaan hutan, agar kelestarian hutan di Minsel tetap terjaga.