Olah raga
Atlit Pelatda Sulut Pertanyakan Uang Saku
Wajah Ansela Roti (17), atlet bola boli yang sedang mengikuti pelatihan daerah (Pelatda) persiapan pekan olah raga di Pekanbaru
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Wajah Ansela Roti (17), atlet bola boli yang sedang mengikuti pelatihan daerah (Pelatda) persiapan pekan olah raga di Pekanbaru, September nanti terlihat lesuh saat kembali ke Hotel Yuta tempat mereka menginap usai mengikuti pelatihan, Senin (30/7/2012) sekitar pukul 19.10 Wita.
Ansela dan teman-temanya sesama atlit memang akhir-akhir ini terus digenjot berlatih keras karena makin dekatnya pagelaran olah raga terbesar di Indonesia ini sehingga mengaku kelelahan. "Kita latihan Senin sampai Sabtu, pagi dan sore," kata Ansela saat ditemui Tribun Manado di Hotel Yuta .
Namun ditengah upaya keras dirinya berlatih sesungguhnya tersimpan rasa cemas terhadap nasibnya dan puluhan atlit lainnya yang hingga kini belum menerima uang saku. "Atlit memang mengutamakan prestasi tapi kita tidak bisa berbohong kalau kita tidak membutuhkan uang saku," ujarnya sambil mempertanyakan hak mereka kapan akan didapatkan seperti yang dijanjikan.
Ansela mengungkapkan dirinya dan teman-temannya terkadang usai latihan saat di dalam kamar sering membicarakan nasib mereka. Ketidakjelasan dana hingga carut marutnya manajemen pelatda kali ini. "Kita dijanjikan hari Selasa (31/7/2012) ini akan menerima uang saku namun saya dengar malah tidak ada dana untuk membayar. Kita kecewa sudah beberapa bulan disini (uang saku tidak dibayar)," terangnya
Ansela mengaku permasalahan ini membuatnya tidak konsentrasi latihan. Dirinya harus juga hati-hati dalam berlatih sebab jika cedera akan ditanggung sendiri biaya seperti dialami temannya Fretty. "Teman saya (Fretty) pernah pingsan saat latihan karena kelelahan namun tidak ada biaya dari pemerintah, jadi yang keluar uang Coach," bebernya.
Senada dengannya, Mercy Toar (19) Atlit pelatda lainnya mempertanyakan uang saku yang harusnya menjadi hak mereka. Dia meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para atlit yang nantinya akan mengharumkan nama daerah ini, jangan hanya menjanjikan saja. "Namun kami akan terus berlatih untuk menjadi yang terbaik nanti. Target kami sekurang-kurangnya 3 besar," ujar Mercy sambil meminta teman-temannya untuk tetap semangat berlatih.
Pantaun Tribun Manado atlit beberapa cabang olaraga berlatih di gedung KONI seperti Cabang bola voli dan angkat besi. Namun beberapa cabang lainnya malah tidak berlatih. Beberapa atlit ada yang jalan-jalan keluar dan yang lain dihotel menonton, mendengarkan lagu dan aktivitas lainnya.
Uniknya saat jam makan malam tiba beberapa atlit malah bersuara seolah memprotes menu sajian malam itu, "Uuh...(daging) Ayam lagi," ujar mereka nyaris serempak. Mereka mengaku kesal karena hampir seminggu menu belum berubah karena diduga belum dibayarkan