Pengucapan Syukur

Diperkirakan Miliaran Rupiah Mengalir saat Pengucapan Kalait Raya

Desa Kalait Raya yang terletak di Kecamatan Toulaan Selatan akan menggelar pengucapan syukur pada, Minggu (22/7) mendatang.

Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -   Desa Kalait Raya yang terletak di Kecamatan Toulaan Selatan akan menggelar pengucapan syukur pada, Minggu (22/7) nanti.

Pengucapan ini dipastikan unik karena memiliki tanggal pelaksanaan yang tersendiri di Sulawesi Utara dan dipastikan akan menimbulkan kemacetan paling parah dibanding Kabupaten lainnya di Nyiur Melambai.

Untuk persediaan per kepala keluarga juga tak tanggung-tanggung, sedikitnya 100 kilogram daging babi menjadi jamuan wajib para tuan rumah kepada setiap tamu yang akan datang berkunjung pada pengucapan syukur mendatang.

"Ya sekitaran Rp 5 juta perKK, karena 100 kilogram babi saja sudah 3 juta lebih, belum daging dan bahan lainnya," ujar Rony warga Kalait Raya kepada Tribun Manado (20/7).

Pernyataan senada disampaikan oleh Awon Johnson Lendo selaku hukum tua Kalait Dua. Ia mengaku warga Kalait Raya akan menerima siapa saja yang akan datang berkunjung, apakah dia sanak keluarga , bahkan orang tak dikenal sekalipun.

"Mau kenal atau tidak, silakan datang ke Kalait Raya minggu mendatang saat pengucapan, Kalait Raya terbuka untuk siapa saja," ujar Awon yang juga Tonaas Wangko desa Kalait Raya.

Masyarakat Kalait Raya adalah warga yang sangat menjunjung tinggi adat dan budaya yang dibawa oleh para leluhur sejak awal kedatangannya di Desa Kalait Raya pada 88 tahun silam.

Nama Kalait Raya juga memiliki makna mendalam yang berarti Kala dan Id yang artinya biar kalah kami tetap ingin damai.

Dikisahkan Abedneju Umboh pendiri desa Kalait Raya kalah pada pemilihan hukum tua kala itu. Ia memutuskan untuk meninggalkan desa bersama para pengikutnya untuk mendapatkan lokasi desa baru. Mereka sempat berkeliling ke beberapa daerah seperti Modoinding namun dirasa tak maksimal karena tanah di daerah tersebut tak cocok untuk semua jenis tanaman.

Ia memilih 9 orang pengikutnya yang dirasa mampu secara fisik dan mental. Abedneju Umboh juga menubuatkan bahwa Desa Kalait Raya akan maju dan dikunjungi para pejabat negara dan hal ini terbukti sampai saat ini dengan kedatangan para Gubernur, Bupati dan Walikota bahkan pejabat tinggi di tingkat pusat.

"Menjelang HUT desa kami melakukan ziarah ke makam Abedneju Umboh dan istrinya, serta ada ritual mengenang kepahlawanan Abedneju Umboh yang kami yakini juga seperti pemimpin bangsa Israel, Kalait adalah tanah perjanjian," ujar Maxi Tulang selaku Ketua Panitia HUT Desa ke 88 belum lama ini.

Warga Kalait Raya juga memiliki sebuah tongkat keramat yang diyakini warga setempat memiliki khasiat seperti tongkat musa. Kala awak media meminta dokumentasi gambar tongkat tersebut, hal tersebut tidak terlaksana karena harus dengan sepersetujuan semua tonaas wangko yang merupakan keturunan 9 pengikut Abedneju Umboh.

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved