Demonstrasi
Yanni Datang, Demonstran Bubar
Para pengunjukrasa dari Gerakan Masyarakat Bolmong (GMB) langsung membubarkan diri saat Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk turun menemui mereka
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Para pengunjukrasa dari Gerakan Masyarakat Bolmong (GMB) langsung membubarkan diri saat Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk turun menemui mereka di halaman Kantor Bupati, Rabu (18/7/2012). Para pengunjukrasa menuju kendaraanya masing-masing, sementara Yanni pun kembali ke ruanganya di lantai III.
Selain di kantor bupati, para demonstran sebelumnya melangsungkan aksinya di kantor DPRD Bolmong yang masih berada di Katamobagu pada sekitar pukul 11.30 wita. Setelah beraksi di sekitar 25 menit di kantor tersebut mereka berarak menuju kantor bupati yang berada di, Desa Lalow, Lolak.
Sesampainya di Kantor Bupati, mereka pun melakukan orasi. Sejumlah perwakilan dari GMB kemudian bertemua dengan Yanni di ruangan Sekda Farid Asimin di lantai III. Para perwakilan meminta klarifikasi kepada Yanni terkait dengan demontrasi yang terjadi tanggal 10 Juli lalu. Para pengunjukrasa dari GMB menduga Yanni ada dibalik demonstrasi pada pekan lalu tersebut.
Tudingan tersebut lantaran adanya atribut PDIP dalam demonstrasi yang menentang Bupati Bolmong Salihi Mokodongan. Diketahui, Yanni merupakan kader PDIP. "Mengapa tudingan hanya kepada Bupati, tidak kepada wakilnya sebabagai sesama pemerintah. Siapa yang diuntungkan kalau bupati turun," ujar seorang perwakilan pendemo.
Yanni pun langsung memberikan klarifikasinya terkait masalah tersebut. Dia mengatakan tidak tahu menahu tentang demonstrasi yang menyerang Salihi tersebut. "Saya juga tidak setuju dengan poster bupati yang dicoret. Bupati adalah simbol. Kalau ditanya siapa yang memicunya, saya tidak tahu," ujar Yanni.
Yanni juga membantah tuduhan, jika ia jadi aktor intelektual pada kejadian tersebut. "Kalau menuduh saya aktor intelektual di balik aksi demo sebelumnya itu salah besar, karena saya benar-benar tidak mengetahui aksi tersebut," ujar Yanni yang itu didampingi oleh Sekda Bolmong Farid Asimin.
Yanni pun menuruti keinginan para perwakilan GMB tersebut untuk menemui dan menjelakan klarifikasinya kepada para pendemo yang berada di halaman Kantor Bupati. Namun, tak dinyana saat, Yanni menuruni tangga, beberapa pendemo minta rekan-rekanya membuabarkan diri. Akhirnya, Yanni, naik ulang ke ruanganya.
Beberapa pengunjukrasa dari GMB berterik-teriak melalui pelantam, jika mereka tidak akan percaya dengan penjelasan dari Yanni. Pengunjukrasa tetap berprsangka jika Yanni dan PDIP berada di balik kekisruhan yang terjadi. "Perlu pertemuan yang lebih refresentatif lagi, untuk menjelaskan masalah ini," ujar seorang pengunjukrasa.
Sementara itu, Hendra Tito Manggopa dari Pergerakan Pemuda Dumoga menyatakan pemerintah termasuk DPRD Bolmong mencari solusi terkait masalah tersebut. "Jangan masing-masing pihak saling unjuk kekuatan yang justru merugikan masyarakat sendiri," kata Hendra.