Eksekusi

Warga Candi Menolak Dieksekusi

Sejumlah warga bermukim di kompleks Candi Kelurahan Bitung Barat 1 Kecamatan Maesa mengamuk.

Warga Candi Menolak Dieksekusi
TRIBUNMANADO/ CHRISTIAN WAYONGKERE
Sejumlah warga bermukim di kompleks Candi Kelurahan Bitung Barat 1 Kecamatan Maesa mengamuk.
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Sejumlah warga bermukim di kompleks Candi Kelurahan Bitung Barat 1 Kecamatan Maesa mengamuk. Mereka mengamuk karena kehadiran 1 ploton polisi yang melakukan pengawasan sejumlah pondok yang berdekatan dengan bibir pantai Candi tersebut, Rabu (18/7). Warga tersebut enggan meninggalkan lahan yang akan digunakan atau dibangun oleh PT Putra Pinasungkulan.

"Kasihan pak, torang mo kaluar bagimana ini sadiki leh somo puasa," teriak histeris Ibu Mini di depan Pondok yang ia tempati. Mini pun terus menerus berteriak saat para polisi melakukan pengawasan terhadap sejumlah pondok yang kembali dihuni oleh warga, setelah sebelumnya mereka telah diperintahkan untuk pindah ke tempat yang telah disediakan.

"Jangan bongkar torang pe tampa ini," tambahnya.

Selain Mini sejumlah warga lainnya yang mengamuk tidak mau meninggalkan pondok yang kembali mereka tempati, ialah Yacobus taawoida alias tante Lenny yang berkeinginan untuk terus menempati lahan seluar kurang lebih empat hektar ."Kita nimau mo kaluar dari sini," teriaknya dihadapn Polisi.

Suasana sempat memanas saat ada okun yang tidak bertanggung jawab melakukan lemparan di tengah warga sedang melakukan pembongkaran sendiri terhadap pondok yang mereka tempati, sambil diawasi oleh petugas keamanan.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved