Torang Kanal

Yesi Hendriani Supartoyo Pilih Bersama Keluarga

Umat muslim sedang mempersiapkan diri menjelang bulan puasa.

Yesi Hendriani Supartoyo Pilih Bersama Keluarga
TRIBUNMANADO/JOICE HAPE
Yesi Supartoyo
Umat muslim sedang mempersiapkan diri menjelang bulan puasa. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari kesiapan fisik, hati dan pikiran. Namun setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menyambut bulan puasa. Bagaimana dengan wanita berparas ayu, Yesi Hendriani Supartoyo?
Menurutnya, bulan puasa adalah bulan penuh berkah yang memiliki makna tersendiri baginya. Sehingga patut dilakukan dengan baik.

“Bulan puasa ini khan hanya dilakukan setahun sekali, dan sudah menjadi keawajiban bagi setiap umat muslim untuk melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini, ” kata wanita kelahiran Manado, 11 Oktober 1989

Penyuka bakso ini mengatakan, bulan puasa adalah moment yang paling tepat untuk lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta, melalui ibadah dan perbuatan baik kepada sesama.
“Di bulan puasa ini, saya diajarkan untuk bisa menahan hawa nafsu dan keinginan daging, dengan menahan lapar dan dahaga serta melakukan perbuatan yang berkenan kepada Tuhan. Ini merupakan suatu bentuk ketaatan kita sebagai umat yang beriman kepada Tuhan, ” ujar wanita cantik yang akrab disapa Echi ini kepada Tribun Manado, Sabtu (14/7)

Yesi yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin ini mengaku, sudah melakukan berbagai persiapan menjelang puasa, agar bisa berjalan lancar tanpa adanya kendala. “Saya selalu berusaha untuk melakukan puasa penuh, dan untuk mencapainya saya sudah mempersiapkannya mulai dari beberapa waktu lalu yaitu dengan menjaga kesehatan fisik, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum vitamin, agar ibadah puasanya bisa dilaksankan dengan baik, ” ungkapnya.

Bicara soal pengalamannya berbuka puasa, wanita yang fasih berbahasa inggris ini memiliki cerita tersendiri. Ia akan secepatnya pulang ke rumah pada saat menjelang buka puasa. “Meskipun saya sibuk beraktivitas di luar rumah, saya selalu berusaha untuk bisa menyempatkan diri berbuka puasa di rumah bersama keluarga. karena suasana dan makna kebersamaan dalam keluarga itu lebih terasa, ” kata Echi yang hobi membaca dan browsing.

Warga Malendeng ini menjelaskan, bukan hanya fisik saja yang dipersiapkan dalam melewati bulan puasa, namun hati dan pikiran juga merupakan hal yang penting, agar ibadah yang dilakukan tidak berlalu dengan sia-sia, namun dapat memberikan dampak positif bagi pribadinya.
“Saya berusaha untuk menjaga hati dan pikiran, dengan cara fokus kepada Tuhan dan tidak mudah tergoda dengan berbagai hal yang dapat membuat puasa saya batal, ” jelas Echi yang memiliki motto always try to do the best.

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved