Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana Alam

Pengungsi tak Makan Seharian

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, setidaknya itulah yang dialami oleh pengungsi angin puting beliung.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, setidaknya itulah yang dialami oleh pengungsi angin puting beliung di Desa Arakan kecamatan Tumpaan, pasalnya hingga siang hari mereka tak kunjung mendapatkan bantuan berupa makanan.

Padahal sehari setelah kejadian, sudah ada bantuan dari Dinas Sosial Pemprov dan Pemkab Minsel, berupa bahan makanan, matras, seragam sekolah, dan lainnya yang dititipkan kepada Hukumtua.

Namun anehnya, makanan tersebut tidak diolah, dan diberikan kepada pengungsi. Keluhan pun disampaikan."Dari tadi malam kami tidak mendapatkan makanan, hanya diberikan tikar, itupun kurang," jelas Haena Baco Bone seorang pengungsi yang menghuni barak buatan Tagana.

Mereka mengaku tidak mengetahui kenapa bisa seperti itu, karena sepengetahuan mereka bantuan sudah ada."Tidak tahu kenapa, dan juga posnya terlalu jauh dari tempat pengungsian," jelas dia. Dari barak pengungsian, jaraknya ke tempat bantuan bantuan sekitar 600 meter.

Para pengungsi tersebut baru mendapatkan makanan pada sekitar pukul 14.00 wita, bantuan dari BPBD Provinsi. Bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji sebanyak 18 dus yang berisi 36 kaleng per dus, ada juga dua dus makanan balita.

"Kami berikan bantuan berupa makanan siap saji, dan makanan anak ala kadarnya, karena kan ada bantuan dari Dinsos, jadi kami berikan apa yang bisa kami bantu," jelas Kepala BPBD Provinsi Theresia Sundah. Makanan siap saji tersebut langsung dibagikan kepada pengungsi, setelah diserahkan kepada Kaban BPBD Kabupaten Hendry Komaling dan Hukum Tua.

Selain itu, BPBD Provinsi juga meminjamkan satu mobil dapur umum untuk mengolah bahan dari Tagana, agar memudahkan pengungsi mendapatkan suplai makanan, sehingga di tempatkan di sekitar tenda pengungsian.

Sejauh ini, sudah ada empat tenda yang berdiri untuk menampung pengungsi, tiga di antaranya tenda keluarga, dan satunya lagi tenda umum.

Terkait belum adanya makanan yang diberikan kepada pengungsi, Hukum Tua Arakan Mochtar Ottay mengakui bahwa makanan tersebut memang belum dimasak."Memang belum di masak, karena maunya masyarakat dimasak di sini dekat barak, juga karena minyak tanah tidak ada," jelasnya.

Padahal seharusnya, hukum tua harus bertanggungjawab terhadap masyarakatnya, apalagi yang terkena musibah, pasalnya hingga saat ini puing-puing rumah yang hancur belum kunjung dibersihkan."Saya juga kan harus lobi-lobi, dan ada kesibukan lain, sehingga tidak bisa sepenuhnya ada di sini," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved