Produk
Bibit Kayu Besi Perempuan masih Sedikit
Dennie Alou, Kepala Seksi Bina Pengolahan Hutan Dishut Sulut mengutarakan, mengungkapkan, kayu besi perempuan biasa disebut kayu Aliwowos
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dennie Alou, Kepala Seksi Bina Pengolahan Hutan Dishut Sulut mengutarakan, mengungkapkan, kayu besi perempuan biasa disebut kayu Aliwowos. Kayu tersebut merupakan kayu keras yang kerap digunakan untuk tiang penyanggah rumah panggung woloan.
Jenis kayu tersebut kata Alou banyak terdapat di Sulut, bahkan ada tersedia di lahan HPH di Bolmut. "Selain kayu Aliwowos untuk tiang penyanggah, untuk bagian lainnya biasa juga digunakan kayu cempaka, atau kayu merah," ujar Alou.
Untuk peremajaan bahan baku kayu, Kementerian Kehutanan punya banyak program. "Di Pusat pembibitan Litbang di Kima banyak bibit pohon kayu. Disalurkan ke masyarakat sesuai permintaan masyarakat," ujarnya.
Sayangnya khusus untuk kayu Aliwowos, Alou mengatakan, pembagian bibitnya sangat jarang.
Memerlukan waktu belasan tahun untuk bisa memperoleh hasil produksi kayu.
"Program yang sekarang sedang dilakukan program kementarian Hutan tanaman rakyat, khusus pohon jabon dan senong, delapan tahun sudah ada hasil produksi, namun khusus kayu itu untuk bahan baku produksi kertas," sebutnya. (ryo)