Kepolisian
Hermawan Bantah Aniaya Anak Buah
Jadi saya tidak melakukan pemukulan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tudingan dari puluhan anak buahnya anggota Shabara Polda Sulut sebagai pemimpin yang "ringan tangan" langsung dibantah oleh Dir Shabara Polda Sulut Drs H Maman Hermawan.
Menurutnya tindakan yang dilakukan adalah wajar. "itu hanya pembinaan biasa," sebutnya. Lanjutnya, setiap brigadir baru yang masih bujang diharuskan menempati barak dalmas. "barak dalmas harus diisi, mereka baru bisa kos jika telah ada adik - adik baru mereka," sebutnya.
Namun hal itu tidak dipatuhi. Di antara mereka ada yang telah menempati rumah kos. Ia kemudian mengumpulkan mereka. Selanjutnya ia pun memberi pengarahan. "jadi saya tidak melakukan pemukulan," ujarnya.
Ditanya tentang beberapa anak buahnya yang terluka, ia mengaku tidak tahu menahu. "saya berniat baik terhadap mereka," katanya. Tambahnya, tinggal di dalam barak sebenarnya menguntungkan prajuri itu sendiri.
Mereka tidak perlu bayar uang kos yang besarnya 500 ribu per bulan. Selain itu merekapun dapat terhindar dari tindakan asusila dan minuman keras. "mereka adalah garda terdepan yang harus siap sedia," tuturnya.
Ia pun mengaku siap bertanggung jawab jika nantinya dipanggil Propam Polda Sulut. "saya siap menjelaskan ini," katanya.
Sebanyak 30 an anggota Shabara Polda Sulut mendatangi Mapolda Sulut guna melaporkan pemukulan yang diduga dilakukan oleh pemimpin mereka sendiri, Kamis (5/7).
Sumber Tribun menyebut, para anggota ini nekad melaporkan komandan mereka sendiri dikarenakan sudah tidak tahan dengan ulahnya. Kekecewaan itu telah dirasa sejak lama dan pecah dalam peristiwa beberapa hari yang lalu. Akibat tidak mau masuk barak, beberapa anggota mengaku dipukul oleh pemimpin mereka.
Sumber yang sama menyebut, sebanyak empat anggota Shabara terluka kali ini. Beberapa anggota telah dimintai keterangan seputar peristiwa oleh anggota Shabara.