Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelestarian Lingkungan Hidup

Rotinsulu : Hutan Sulut Mulai Membaik

Kawasan hutan di Sulawesi Utara terus mengalami perbaikan.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Rine Araro

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kawasan hutan di Sulawesi Utara terus mengalami perbaikan. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Sulut Herry Rotinsulu, Senin (2/7/2012).

"Kita punya dua program andalan yakni kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengamanan hutan," kata Rotinsulu.

Rotinsulu mengatakan, Pemprov Sulut mulai merehabilitasi hutan kritis tersebut menjadi hutan tanaman produksi yang dikelola rakyat. Menurutnya, dalam program ini, pemerintah mengarahkan rakyat agar menanam berbagai jenis pohon yang usia 8 tahun sudah bisa diproduksi, seperti kayu merah. Kemudian hutan itu ditanami kembali.
"Rehabilitasi hutan kritis dilakukan bertahap, tidak sekaligus," ujar Rotinsulu.

Ia mengatakan, tahun lalu dishut sudah melakukan tebang tanam 15 juta bibit. Tahun ini bisa melebihi tahun lalu. "Kita berupaya bagaimana bibit kaya yang sudah disiapkan tertanam dengan baik," tuturnya.

Ditambahkan Rotinsulu, dishut sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa organisasi keagamaan, PKK, Korpri. "Ada juga program sekarang kalau mau menikah harus menanam pohon dulu," tutur Rotinsulu.

Menurutnya, ketika kita menanam pohon dengan umur tertentu bisa menghasilkan oksigen yang digunakan untuk dua orang. "Ada juga pohon tertentu dengan umur sekian bisa menyimpan 40 meter kubik air," terangnya.

Ia memang mengakui bahwa saat ini keruskan hutan di Sulut mencapai 30 persen dari 30 persen dari 788 ribu hektar luas kawasan hutan. Ia mengatakan, kerusakan ini ada yang terjadi di kawasan hutan konservasi, kawasan hutan lindung. Ia mengatakan, data lahan hutan terluas itu berada di dataran Bolmong. "Daerah ini memang yang paling banyak rusak. Makanya banyak program yang masuk ke sana (Bolmong)," tutur Rotinsulu.

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan hutan. Di antaranya penebangan liar, perambahan hutan untuk pemukiman. "Dan bahkan ada yang karena illegal mining," kata Rotinsulu.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved