Pasar Murah
Harce: Bisa Peroleh Celana dan Tas Sekolah Murah
Warga yang datang bersama anak mereka bermaksud mengikuti pelaksanaan pasar murah
Penulis: Christian_Wayongkere |
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ratusan warga kurang mampu di Kecamatan Aertembaga membanjiri lapangan depan kantor lurah Winenet 2, Rabu (27/6).
Warga yang datang bersama anak mereka bermaksud mengikuti pelaksanaan pasar murah yang digelar 10 kelurahan yang ada di Kecamatan Aertemabaga dibawah pimpinan Victorin Lengkong sebagai camat, dalam rangka rangka memasuki tahun ajaran baru bagi ana sekolah SD tahun 2012.
"Pasar murah ini sangat bermanfaat sekali, karena saya bisa memperoleh kebutuhan sekolah anak saya dengan harga murah," kata Hayati Wowor (36) bersama putranya Mumamad Rifal Baco (6), Rabu (27/6).
Menurut warga Kelurahan Pateten 1, di pasar murah yang dihelat Kecamatan Aertembaga menyediakan berbagai kebutuhan sekolah. "Apa yang saya butuhkan untuk kelengkapan sekolah anak yang baru akan masuk SD kelas 1 bisa diperoleh di pasar murah ini," ujarnya tersenyum.
Orang tua lainnya langsung menyerbu stand yang mejajakan celana dan tes sekolah dengan harga terjangkau. "Mau beli celana dan tes sekolah untuk anak sayang," kata Harce Makatimbang warga kelurahan Pinangunian.
Berbeda dengan kedua orang tua tersebut, Rut Koneng (42) hadir dalam pasar murah tersebut semata-mata untuk mewakili warga kurang mampu yang membutuhkan perlengkapan sekolah anaknya.
"Saya mewakili warga di Kelurahan Tandurusa yang sakit sehingga tidak bisa hadir di pasar murah kali ini," kata Rut yang berprofesi sebagai RT di Tandurusa.
Sementara itu ketua panitia pelaksana pasar murah Novita Pakaya menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini terselenggara berkat andil dari seluruh pegawai yang ada di Kecamatan Aertembaga.
"Para pegawai dan staf yang ada di 10 kelurahan yang ada di Kecamatan Girian, merelakan sebagian gaji 13 mereka untuk menyelenggarakan pasar murah ini," kata Lurah Pateten 2 ini.
Dijelaskannya dalam pasar murah dijual satu pasang seragam 100 sekolah SD, 100 paket tas buku pinsil penghapur pulpen rautan pensil, 300 paket topi dasi dan koas kaki, ikat pinggang 100 paket, tempat pinsel penggaris dan crayon 300 paket.
"Sistemnya menggunakan kopun yang dibagikan ke 10 kelurahan khusus untuk warga yang tidak mampu, namun bersekolah," tandasnya.(crz)